Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Bahlil Sebutkan Tiga Keunggulan Beli BBM dan LPG Jalur G2G

Skema baru ini secara langsung mengeliminasi keberadaan perusahaan perantara non-produktif yang kerap mengambil margin lebih kas negara.

Bahlil Sebutkan Tiga Keunggulan Beli BBM dan LPG Jalur G2G
Bahlil saat berada di Istana Negara, Jakarta (Youtube/Sekretariat Presiden)

Reformasi tata kelola pengadaan bahan bakar minyak (BBM), minyak mentah (crude), dan LPG resmi memasuki babak baru. Melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 107, pemerintah mengambil alih kendali penuh proses perundingan impor yang sebelumnya melibatkan banyak perusahaan perantara swasta menjadi transaksi langsung antarpemerintah (Government-to-Government/G2G).

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa skema baru ini secara langsung mengeliminasi keberadaan perusahaan perantara non-produktif yang kerap mengambil margin keuntungan berlebihan dari kas negara. ​

“Sekarang negara yang di depan. Jadi enggak ada lagi perusahaan-perusahaan cangkang yang 30 persen lebih itu, enggak ada lagi,”

kata Bahlil saat berada di Istana Negara, Jakarta, dikutip Jumat, 30 Oktober 2026.

Beri Keuntungan Strategis

Kilang Minyak di Şağlakücə, Azerbaijan. (Sumber: Unsplash/Anatoly Maltsev)
Kilang Minyak di Şağlakücə, Azerbaijan. (Sumber: Unsplash/Anatoly Maltsev)

​Bahlil menambahkan bahwa pengalihan skema ini mendatangkan banyak keuntungan strategis, mulai dari efisiensi prosedur, kepastian kontrak jangka panjang, hingga memperkuat jalur komunikasi bilateral dengan negara-negara produsen energi dunia, seperti Amerika Serikat (AS).

Iklan

​”Ini memangkas prosedur yang begitu panjang, kemudian kita bisa melakukan kontrak jangka panjang, dan yang ketiga, ini menjadi alat komunikasi dalam konteks bilateral antara negara-negara. Ya contoh kalau katakanlah kita mau beli LPG dari Amerika, dan memang selama ini ya silakan, itu yang nanti negara akan melakukan komunikasi dengan Amerika,”

imbuhnya.

Dengan diterapkannya regulasi baru ini, pemerintah berharap proses transisi tata kelola energi nasional dapat segera berjalan optimal guna memastikan efisiensi anggaran serta ketersediaan pasokan jangka panjang.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.