Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Fantastis! AMMN Raup Laba Rp15,8 Triliun, Tahun Lalu Masih Rugi Rp2,8 Triliun

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) membukukan laba bersih sebesar US$880 juta sepanjang sembilan bulan pertama 2026.

Warga mengamati pergerakan harga mata uang kripto Bitcoin (BTC) di Semarang, Jawa Tengah, Senin (28/9/2026).
Warga mengamati pergerakan harga mata uang kripto Bitcoin (BTC) di Semarang, Jawa Tengah, Senin (28/9/2026). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/agr)

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) membukukan laba bersih sebesar US$880 juta sepanjang sembilan bulan pertama 2026.

Capaian tersebut berbalik dari rugi bersih US$175 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya, seiring peningkatan produksi, volume penjualan, dan harga logam.

Kinerja sembilan bulan pertama 2026 mencerminkan dampak positif dari penguatan kinerja operasional, peningkatan volume penjualan, serta kondisi harga logam yang menguntungkan,”

kata Direktur Keuangan AMMN Anthony Mathias dalam keterangan resmi, Jumat, 30 Oktober 2026.

Penjualan bersih mencapai US3.238 juta, meningkat 494% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sehingga mendorong EBITDA menjadi US1.833 juta dengan margin 57%. Laba bersih meningkat menjadi US880 juta, setara dengan margin 27%,”

sambungnya.

Sebagai perbandingan, pada 9M 2025, EBITDA tercatat sebesar US279 juta dengan rugi bersih sebesar US$175 juta,”

ucapnya.

Berdasarkan laporan kinerja perseroan, penjualan bersih AMMN mencapai US$3,238 miliar atau meningkat 494 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Iklan

Sementara itu, EBITDA tercatat sebesar US$1,833 miliar dengan margin 57 persen. Laba bersih mencapai US$880 juta dengan margin 27 persen.

Dari sisi operasional, Direktur Utama AMMN Arief Sidarto mengatakan produksi di seluruh rangkaian operasi terintegrasi perseroan terus menunjukkan pertumbuhan kuat pada kuartal III-2026.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, produksi konsentrat tembaga meningkat 87 persen secara tahunan menjadi 580.713 metrik ton kering.

Produksi tembaga dalam konsentrat naik 129 persen menjadi 332 juta pon, sedangkan produksi emas meningkat 616 persen menjadi 541.337 ons.

Produksi di seluruh rangkaian operasi terintegrasi kami terus mencatat pertumbuhan yang kuat pada Q3 2026. Pada 9M 2026, produksi konsentrat meningkat 87% yoy menjadi 580.713 metrik ton kering, sementara produksi tembaga dan emas masing-masing meningkat 129% yoy menjadi 332 juta pon dan 616% yoy menjadi 541.337 ons,”

ungkapnya.

Peningkatan ini didukung oleh kadar bijih yang lebih tinggi dan pelaksanaan kegiatan operasional yang efektif,”

akuinya.

Arief menambahkan, selama kuartal III-2026, manajemen berhasil menjaga stabilitas dan keandalan operasi fasilitas peleburan (smelter) dan Precious Metal Refinery (PMR) sesuai kapasitas desain.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, kedua fasilitas tersebut memproduksi 102.783 ton katoda tembaga dan 296.897 ons emas murni.

Perseroan juga mencatat sejumlah pencapaian, termasuk penerbitan Smelter Project Acceptance Certificate serta proses peningkatan kapasitas produksi (ramp-up) pabrik konsentrator baru yang berjalan sesuai rencana.

Dengan kinerja operasional yang terus menunjukkan perkembangan positif, fokus kami adalah menjaga operasi yang stabil, andal dan berkelanjutan di seluruh rantai nilai pertambangan, peleburan dan pemurnian,”

jelasnya.

Meskipun dinamika geopolitik menyebabkan kenaikan biaya energi, kami tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang tembaga dan emas. Dengan operasi smelter yang stabil, ramp-up di pabrik konsentrator baru yang terus berjalan, serta neraca keuangan yang semakin kuat, AMMAN memiliki fondasi yang solid untuk melanjutkan pertumbuhan dan menciptakan nilai dalam jangka panjang,”

ujarnya.

Utang Bersih Turun

Kinerja operasional dan keuangan yang membaik turut memperkuat arus kas perseroan. AMMN mencatat utang bersih turun 13 persen menjadi sekitar US$5 miliar. Rasio utang bersih terhadap EBITDA juga membaik menjadi 1,9 kali.

Arus kas yang kuat memungkinkan kami untuk terus menurunkan tingkat utang, sehingga utang bersih berkurang 13% menjadi sekitar US$5,0 miliar dan rasio utang bersih terhadap EBITDA membaik menjadi 1,9x,”

paparnya.

Kinerja ini mencerminkan kemajuan yang telah kami capai dalam memperkuat profitabilitas sekaligus posisi keuangan AMMAN, serta memberikan fondasi yang solid untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham,”

tutupnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar