Harga minyak dunia naik lebih dari 2 persen pada perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026. Kenaikan seiring pasar mencermati kemungkinan Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran, yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas regional dan potensi gangguan pasokan energi.
Dilansir dari Economic Times pada Jumat, 30 Oktober 2026, harga minyak mentah Brent naik menjadi US$118 atau 2,5 persen per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 2,30 persen menjadi US$104 per barel.
Harga minyak Brent telah naik 12 persen sepanjang Oktober, mencapai level tertinggi dalam enam bulan. Meskipun aliran minyak melalui Selat Hormuz telah pulih, persediaan yang rendah dan pasokan produk olahan yang ketat terus menopang harga.
Iklan
Sinyal Serangan AS ke Iran
Ilustrasi pasukan Israel dan AS bersiap menyerang Iran. (Sumber: Unsplash/Saifee Art)
Kenaikan ini terjadi setelah laporan Wall Street Journal yang menyebutkan bahwa seorang komandan militer senior AS telah memberikan pengarahan kepada Presiden AS Donald Trump mengenai opsi-opsi militer potensial pada hari Kamis.
Trump telah berulang kali mengindikasikan bahwa ia dapat kembali melancarkan serangan udara terhadap Teheran setelah pemilihan sela minggu depan.
Risiko keamanan di Selat Hormuz kembali menjadi sorotan setelah sebuah proyektil tak dikenal menghantam sebuah kapal tanker pada Kamis, saat kapal tersebut menyelesaikan perjalanan keluarnya melalui jalur perairan tersebut. Informasi ini disampaikan oleh UK Maritime Trade Operations (UKMTO).
Insiden tersebut menyoroti ancaman yang terus berlanjut terhadap pelayaran, meskipun para produsen telah kembali menggerakkan kargo melalui selat tersebut.
Serangan Houthi ke Arab Saudi
Ilustrasi Harga Minyak Naik, Kilang Arab Saudi Kembali Diserang Houthi/Doc. Owrite/Acel
Ketidakpastian pasar juga diperparah oleh risiko serangan-serangan Houthi selanjutnya, serta kemungkinan tindakan militer AS terhadap Iran setelah pemilu.
Koalisi yang dipimpin Arab Saudi yang memerangi kelompok Houthi di Yaman menyatakan, telah mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik yang diluncurkan oleh kelompok tersebut ke arah wilayah timur Arab Saudi pada dini hari Kamis. Pertempuran antara kedua belah pihak terus berlanjut, dengan sedikit tanda-tanda pelonggaran ketegangan.
Pasukan pemerintah Yaman mengatakan bahwa Houthi menyerang bandara Aden pada Rabu. Insiden tersebut terjadi sehari setelah kelompok tersebut mengaku bertanggung jawab atas serangan rudal yang menargetkan kilang minyak terbesar Arab Saudi di Ras Tanura.
Perkembangan tersebut mengindikasikan peningkatan serangan terhadap Arab Saudi, yang merupakan produsen minyak mentah terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Namun, otoritas Arab Saudi belum segera mengonfirmasi laporan serangan terhadap kilang tersebut, yang memiliki kapasitas 550.000 barel per hari.