Saham grup agribisnis Wilmar International mengalami penurunan tajam lebih dari 4 persen di bursa efek Singapura, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Aksi jual besar-besaran ini memperpanjang tren penurunan selama berbulan-bulan, bertepatan dengan berjalannya penyelidikan polisi terkait kebakaran hutan dan lahan serta laporan laba pokok kuartal ketiga yang melemah.
Melansir dari The Straits Times, Jumat, 30 Oktober 2026, saham Wilmar sempat diperdagangkan pada harga US$3,12 pada pukul 10.47 pagi, kemudian turun 4,6 persen atau 15 sen dari harga penutupan sebelumnya sebesar US$3,27 dengan sekitar 4,7 juta saham berpindah tangan.
Pada penutupan perdagangan di hari yang sama, saham ditutup pada harga US$3,11 (turun 4,89 persen) dengan total 10,5 juta saham berpindah tangan. Capaian ini mencatatkan harga terendah saham Wilmar sejak 21 Januari lalu.








