Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang melancong ke Indonesia mencapai 1.427.114 kunjungan pada September 2026. Jumlah wisman itu turun dibandingkan Agustus 2026 yang sebanyak 1.599.660 kunjungan.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan pada September 2026 jumlah kunjungan wisman melalui pintu masuk utama sebanyak 1.282.308 kunjungan. Sementara wisman yang masuk melalui pintu masuk perbatasan sebesar 144.896 kunjungan.
“Dengan demikian secara total kunjungan wisman sebanyak 1,43 juta atau turun 10,79 persen secara bulanan, sedangkan secara tahunan meningkat 2,31 persen,”
kata Ateng dalam konferensi pers Senin, 2 November 2026.
Adapun sepanjang Januari-September 2026, total kunjungan wisman mencapai 12.005.400 juta kunjungan atau naik 5,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Iklan
“Capaian kunjungan wisman dari Januari-September 2026, ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2020. Sebagai pembanding di Januari sampai dengan September tahun 2019 kunjungan wisman mencapai 12,10 juta,”
jelasnya.
Paling Banyak dari Malaysia
Wisatawan mancanegara berjalan di tengah ombak saat berkunjung di Pantai Kuta, Badung, Bali, Rabu (16/9/2026). (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.)
Ateng mengatakan, wisatawan asing yang paling banyak melakukan perjalanan ke Indonesia berasal dari Malaysia sebesar 16,76 persen atau 239,22 ribu kunjungan. Kemudian disusul Australia 12,43 persen atau 177,35 ribu kunjungan, dan China sebanyak 10,76 persen atau 153,57 ribu kunjungan.
“Secara bulanan terjadi penurunan kunjungan wisman pada pemegang paspor Malaysia dan juga China, sementara untuk wisman pemegang paspor Australia secara mtm mengalami peningkatan. Sedangkan yoy terjadi peningkatan kunjungan wisman pada paspor Australia dan China, sementara untuk wisman paspor Malaysia secara yoy mengalami penurunan,”
katanya.
Ateng menuturkan, kunjungan wisman paling banyak melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, dengan dominasi oleh wisman pemegang paspor Australia.
Pengeluaran Wisman
Wisatawan mancanegara berjalan di area situs arkeologi kuno saat berkunjung pada acara cerita di balik sejarah di Daya Tarik Wisata (DTW) Gunung Kawi, Gianyar, Bali, Selasa (25/11/2025). (Sumber: Antara Foto/Nyoman Hendra Wibowo/sgd)
Ateng menuturkan, pada kuartal III-2026 rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan sebesar US$1.374,48. Angka tersebut naik dibandingkan rata-rata pengeluaran kuartal II-2026, dan kuartal III-2026.
“Pada kondisi kuartal III-2026 rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan mencapai US$1.374,48,”
tuturnya.
Ateng menjelaskan, jenis pengeluaran wisman pada kuartal III-2026 terbesar untuk US$497,12, makan minuman sebesar US$271,33, belanja dan cinderamata US$271,33, hingga hiburan sebesar US$115,63.
“Rata-rata lama tinggal wisman pada kuartal III-2026 selama 11,01 malam, meningkat jika dibandingkan kuartal II-2026 dan kuartal III-2025,”