Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Bunga Kredit Mekaar Dipangkas Jadi 8 Persen, Pemerintah Gelontorkan Anggaran Rp2,6 T

Program KPPS ini bisa bisa meringankan beban pembiayaan dari 12-15 juta debitur perempuan yang terdaftar di PNM Mekaar.

Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah Maman Abdurrahman (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah Maman Abdurrahman (sumber: Owrite/Anisa Aulia)

Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman mengungkapkan pemerintah menggelontorkan Rp2,6 triliun untuk subsidi penurunan bunga pembiayaan dalam program Kredit Perempuan Prasejahtera (KPPS) bagi debitur Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar.

Pemerintah sendiri berencana menurunkan bunga kredit debitur PNM Mekaar dari 18-25 persen menjadi 8 persen. Maman menargetkan kebijakan ini berlaku pada pekan kedua November 2026.

“Alhamdulillah tadi kita evaluasi dan beberapa catatan tentang itu kita perbaiki dan kita review, dan insyaallah dalam minggu kedua bulan November ini sudah bisa kita dorong,”

kata Maman di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin, 2 November 2026.

Subsidi hingga Desember 2026

Perajin membuat kerajinan topi kuluk manten di Sambon, Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (19/5/2026). Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 17 Mei 2026 mencapai Rp105,8 triliun atau 35,8 persen dari target tahun ini yang disalurkan kepada 1,69 juta debitur. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Perajin membuat kerajinan topi kuluk manten di Sambon, Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (19/5/2026). Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 17 Mei 2026 mencapai Rp105,8 triliun atau 35,8 persen dari target tahun ini yang disalurkan kepada 1,69 juta debitur. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

Maman mengatakan, alokasi anggaran subsidi sebesar Rp2,6 triliun itu diberikan hingga akhir Desember. Namun, besaran anggaran itu akan kembali dievaluasi untuk mengetahui jumlah nasabah yang dapat dijangkau dalam periode implementasi yang tersisa.

Iklan

“Sementara ini tadi untuk sampai akhir Desember sudah disiapkan kurang lebih sekitar Rp2,6 triliun, nanti akan kita exercise kembali Rp 2,6 triliun itu dan berdasarkan constraint waktu yang tinggal dua bulan ini bisa meng-cover berapa nasabah,”

jelasnya.

Ia menegaskan, kebijakan penurunan suku bunga ke 8 persen akan berlaku secara permanen. Hal ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Permanen, jadi perintah Pak Presiden berlaku secara permanen. Kan begini, tujuan dan harapan Bapak ini kan sebetulnya konsep besarnya kan ekonomi kerakyatan nah,”

katanya.

Ringankan Beban Pembiayaan

Calon pembeli memilih pakaian bekas yang dijual di salah satu toko di Kota Serang, Banten, Kamis (6/11/2025). Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan skema kemitraan antara pedagang thrifting dan pelaku UMKM yang sudah mapan sebagai strategi transisi usaha menyusul pelarangan impor baju bekas ilegal guna memastikan bahwa kebijakan pemerintah tidak mematikan mata pencaharian masyarakat, melainkan membuka peluang baru yang lebih produktif dan berkelanjutan. (ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/nz)
Calon pembeli memilih pakaian bekas yang dijual di salah satu toko di Kota Serang, Banten, Kamis (6/11/2025). Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan skema kemitraan antara pedagang thrifting dan pelaku UMKM yang sudah mapan sebagai strategi transisi usaha menyusul pelarangan impor baju bekas ilegal guna memastikan bahwa kebijakan pemerintah tidak mematikan mata pencaharian masyarakat, melainkan membuka peluang baru yang lebih produktif dan berkelanjutan. (ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/nz)

Maman berharap, program KPPS ini bisa bisa meringankan beban pembiayaan dari 12-15 juta debitur perempuan yang terdaftar di PNM Mekaar.

Maman menuturkan, pihaknya juga sudah melakukan uji coba program ini kepada sekitar 2.000 nasabah. Sehingga, pelaksanaan KPPS meleset dari target awal yang ditetapkan, karena adanya uji coba.

“Kenapa ini agak mundur dari jadwal awalnya? Karena kan kita mau uji coba lapangan dulu, jadi tidak langsung semuanya kita implementasikan. Jadi kita uji coba lapangan dan alhamdulillah hasil dari uji coba tersebut itu kurang lebih sekitar 2.000-an ibu-ibu nasabah Mekaar, ada beberapa catatan-catatan, alhamdulillah itu sudah kita evaluasi,”

katanya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.