Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Ekspor Listrik RI ke Singapura Ditunda, Bahlil Minta Danantara Jangan Mau Dilobi-lobi

Bahlil menegaskan ekspor belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena kebutuhan listrik nasional masih harus dipenuhi terlebih dahulu.

Ilustrasi tiang listrik.
Ilustrasi tiang listrik. (Pixabay)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menegaskan Indonesia menunda ekspor listrik dalam waktu dekat. Pemerintah memilih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan listrik di dalam negeri sebelum memasok energi ke negara lain.

Bahlil juga meminta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) tidak terpengaruh lobi terkait rencana ekspor listrik. Menurut dia, kewenangan pemberian izin ekspor listrik berada di Kementerian ESDM.

“Saya sudah mengumumkan untuk Indonesia belum dalam waktu dekat belum bisa ekspor listrik. Kita masih butuh listrik. Saya sudah kasih tahu Danantara, jangan kamu mau dilobi-lobi. Nggak ada, izin itu ada di ESDM, bukan Danantara,”

kata Bahlil dalam acara Minerba Convex 2026 di Jakarta, Senin, 2 November 2026.

Penuhi Kepentingan Nasional

Bahlil Sebutkan Tiga Keunggulan Beli BBM dan LPG Jalur G2G
Bahlil saat berada di Istana Negara, Jakarta (Youtube/Sekretariat Presiden)

Bahlil menekankan pemerintah akan mendahulukan kepentingan nasional dalam pengelolaan dan pemanfaatan energi. Dia menyebut keputusan menahan ekspor listrik berkaitan dengan kedaulatan negara.

Iklan

“Kedaulatan negara saya dahulukan. Marwah negara adalah marwah 250 juta jiwa yang ada di bangsa ini,”

ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah pembahasan kerja sama perdagangan listrik lintas negara, termasuk rencana ekspor listrik Indonesia ke Singapura.

Sebelumnya, pemerintah telah membuka peluang perdagangan listrik dengan negara tersebut melalui skema kerja sama antarpelaku usaha.

Namun, Bahlil menegaskan ekspor belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena kebutuhan listrik nasional masih harus dipenuhi terlebih dahulu.

Pada 26 Oktober 2026, dia juga menyebut kebutuhan listrik untuk pengembangan pusat data atau data center menjadi salah satu kebutuhan yang perlu diperhitungkan pemerintah.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.