Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Hasrat Bisnis Anak Muda: Ekonom Wanti-Wanti Awas Terjerat Modal Pinjaman

Survei KedaiKOPI mencatat 32,8 persen anak muda menginginkan usaha sendiri. Ekonom UI mengingatkan risiko jeratan utang dan pentingnya pendampingan usaha.

Ilustrasi kumpulan uang dalam kantong.
Ilustrasi kumpulan uang dalam kantong. (Pixabay/alexas)

Lembaga Survei KedaiKOPI menemukan 32,8 persen anak muda Indonesia punya keinginan untuk memiliki usaha sendiri. Hal ini terjadi karena 74,7 persen responden menilai mencari pekerjaan saat ini sulit, hingga wirausaha menjadi salah satu pilihan pekerjaan yang banyak diminati anak muda.

Menanggapi temuan itu, ekonom Universitas Indonesia Ninasapti Triaswati mengingatkan agar tidak semua orang cepat mengambil keputusan membangun usaha sendiri karena melihat peluang bisnis atau memiliki keahlian khusus.

Ini pertanyaan yang harus ditelusuri karena ada persaingan tinggi, margin tipis. Kecuali kalau memang expertise,”

kata Nina dalam diskusi hasil survei KedaiKOPI di Jakarta, dikutip pada Minggu, 1 November 2026.

Tak Semudah Itu, Ferguso…

Membangun usaha tidak semudah yang dibayangkan, apalagi memulai usaha membutuhkan modal. Ketika tidak memiliki dana yang cukup, pelaku usaha pemula biasanya akan memilih mencari pinjaman untuk membiayai bisnisnya.

Iklan

Namun, kemudahan memperoleh pinjaman bukan berarti selalu menguntungkan. Ia mengingatkan pelaku usaha juga harus mempertimbangkan beban bunga tinggi, apalagi jika bisnis yang dilakukan belum menghasilkan keuntungan yang memadai.

Jadi gampang akses (modal pinajaman, bikin) orang enggak sadar itu bisa mengikat dan (risiko) bunga tinggi kalau enggak hati-hati,”

ujar Nina.

Pendampingan

Risiko semakin besar apabila pendapatan usaha tidak mampu menutup biaya pinjaman. Alih-alih memperbaiki kondisi ekonomi, pelaku usaha justru berpotensi terjebak dalam kewajiban pembayaran utang.

Nina menilai anak muda perlu mempertimbangkan kemampuan, pengalaman, serta prospek bisnis sebelum memutuskan meminjam modal. Pendampingan usaha dan penguatan keterampilan juga diperlukan agar keputusan berwirausaha tidak sekadar didorong oleh kesulitan memperoleh pekerjaan.

Di sisi lain, persoalan lapangan kerja juga perlu dibenahi. Nina menekankan penguatan sektor industri dan kesesuaian pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja agar anak muda memiliki lebih banyak kesempatan memperoleh pekerjaan formal.

Maka, kewirausahaan tidak menjadi satu-satunya pilihan bagi anak muda yang kesulitan masuk ke pasar kerja.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Asred

    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.