Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Minyak Dunia Anjlok US$111 per Dolar AS di Tengah Harapan Damai AS-Iran

Harga minyak turun di tengah kekhawatiran konflik antara AS dan Iran dapat kembali meningkat setelah pemilihan paruh waktu AS pada Selasa.

Kilang Minyak di Şağlakücə, Azerbaijan. (Sumber: Unsplash/Anatoly Maltsev)
Kilang Minyak di Şağlakücə, Azerbaijan. (Sumber: Unsplash/Anatoly Maltsev)

Harga minyak turun lebih dari 1 persen pada perdagangan Senin, setelah para pejabat Iran dan Qatar menggelar perundingan selama tiga hari berturut-turut. Perundingan tersebut bertujuan mendorong tercapainya kesepakatan mengakhiri perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran.

Dilansir dari CNBC, pada Senin, 2 November 2027, harga minyak mentah Brent turun US$1,59 atau 1,40 persen menjadi US$111,84 per barel pada pukul 00.11 waktu setempat. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun US$1,56 atau 1,50 persen menjadi US$102,56 per barel.

Brent mengakhiri perdagangan Oktober pada level tertinggi dalam enam bulan terakhir. Kondisi ini terjadi di tengah kekhawatiran bahwa konflik antara AS dan Iran dapat kembali meningkat setelah pemilihan paruh waktu AS pada Selasa.

Iklan

“Harga minyak mengalami koreksi teknis pagi ini setelah kenaikan yang kuat pekan lalu. Harapan yang masih tersisa akan adanya kemajuan diplomatik dalam bentuk apapun, ditambah dengan tidak adanya eskalasi militer yang berarti selama akhir pekan, telah meredakan tekanan langsung terhadap harga untuk saat ini,”

kata Kepala analis pasar di KCM Trade, Tim Waterer.

Pasar Tetap Waspada

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi (Foto Wikipedia)

Namun menurut Waterer, pasar tetap waspada terhadap kemungkinan bahwa retorika seputar Iran bisa semakin memanas dan mendorong harga Brent mendekati US$120 setelah pemilihan sela, kata Waterer.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada Minggu bahwa tujuan dari perundingan yang sedang berlangsung dan terus berkembang tersebut adalah untuk melanjutkan konsultasi dengan para mediator dari Qatar. Ia menambahkan bahwa Teheran siap menghadapi baik pertahanan maupun diplomasi.

Pembicaraan tersebut berlangsung di tengah serangan terhadap kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz, yang menyebabkan kenaikan biaya energi dan pengiriman global.

Ekspor Minyak Saudi Naik

Bendera Arab Saudi. (Sumber: Unsplah/Omar Al-Ghosson)
Bendera Arab Saudi. (Sumber: Unsplah/Omar Al-Ghosson)

Pada Oktober, Arab Saudi meningkatkan ekspor minyak mentah dibandingkan bulan September meskipun terjadi serangan oleh kelompok Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran terhadap infrastruktur energinya, demikian menurut dua dari tiga perusahaan pelacak kapal.

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) bersama negara-negara sekutunya, termasuk Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+, pada hari Minggu memutuskan untuk mempertahankan target produksi minyak untuk Desember.

Keputusan tersebut mengonfirmasi ekspektasi bahwa penyesuaian kebijakan produksi lebih lanjut tidak akan dilakukan hingga tahun depan. Hal ini terjadi ketika kelompok tersebut masih menghadapi kesulitan akibat gangguan ekspor minyak yang disebabkan oleh perang Iran.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.