Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,05 persen atau 9 poin ke level Rp18.156 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin pagi, 2 November 2026.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan sentimen rupiah hari ini berasal dari sikap investor yang masih wait and see menantikan data perekonomian domestik yang akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) siang ini.
“Rupiah diperkirakan dibuka datar, dengan investor menantikan serentetan data ekonomi domestik siang ini, di antaranya inflasi dan perdagangan,”
kata Lukman kepada Owrite.id.
Lukman menuturkan rupiah berpotensi menguat pada perdagangan hari ini. Hal itu didukung oleh penurunan harga minyak dunia, serta harapan damai di Timur Tengah.






