Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Celios Perkirakan Kerugian Ekonomi-Kesehatan Akibat Karhutla Capai Rp565 Triliun

Papua mendapatkan dampak negatif paling besar sebesar Rp59,43 triliun, diikuti Kalibar Rp41,91 triliun, Kalteng Rp32,89 triliun.

karhutla
Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan.

Center of Economic and Law Studies (Celios) memperkirakan, total potensi biaya ekonomi dan kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia pada 2026 mencapai Rp359,58 triliun hingga Rp565,03 triliun.

Proyeksi Celios ini dihitung berdasarkan data kumulatif karhutla yang diakses per 20 Oktober 2026, dalam laporan bertajuk Membakar Hutan Hanguskan Ekonomi edisi November 2026.

“Total biaya ekonomi dan biaya kesehatan dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia tahun 2026 berpotensi mencapai Rp359,58 triliun-Rp565,03 triliun berdasarkan data kumulatif Karhutla diakses per 20 Oktober 2026,”

kata Celios dalam laporannya Selasa, 3 November 2026.

Celios mengungkapkan, dari data yang diolah Celios berdasarkan jurnal yang ditulis oleh Kiely dkk (2021), potensi kerugian ekonomi yang hilang mencapai Rp340,38 triliun atau 2,69 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Iklan

Wilayah Paling Terdampak Kerugian

Kobaran api membakar lahan di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (18/10/2026).
Kobaran api membakar lahan di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (18/10/2026). (ANTARA FOTO/Auliya Rahman/kye)

Adapun berdasarkan jurnal yang ditulis oleh Kiely dkk (2021), ada kerugian ekonomi serta biaya restorasi dari kebakaran hutan dan lahan hingga Rp147 juta per hektare.

“Kerugian ekonomi ini didapat bukan hanya dari aset yang terdampak langsung, namun aktivitas ekonomi yang terhenti akibat adanya kebakaran hutan dan lahan,”

katanya.

Celios mengungkapkan, kerugian dari aktivitas ekonomi melalui perdagangan termasuk warung, ritel, pertanian, industri pengolahan mengalami kontraksi, tidak hanya kerugian dari sektor kehutanan.

Dari sisi wilayah, Papua mendapatkan dampak negatif paling besar sebesar Rp59,43 triliun, diikuti Kalimantan Barat sebesar Rp41,91 triliun, Kalimantan Tengah Rp32,89 triliun, dan Nusa Tenggara Timur Rp31,33 triliun.

Dalam model ini, Papua mencakup Provinsi Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan, sehingga besarnya dampak di Papua terutama berasal dari luas terbakar di Papua Selatan.

Relatif terhadap ukuran ekonominya, dampak terberat terjadi di Papua 40,60 persen PDRB, Nusa Tenggara Timur 36,16 persen, Kalimantan Barat 31,97 persen, dan Kalimantan Tengah 28,26 persen. Celios menilai karhutla bukan hanya didominasi oleh wilayah Kalimantan dan Sumatera, namun juga sudah merambat ke Indonesia Timur.

Sektor Terdampak

Seorang anak yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mendapatkan perawatan dengan nebulizer di Posko Kesehatan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Puskesmas Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (15/9/2026).
Seorang anak yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mendapatkan perawatan dengan nebulizer di Posko Kesehatan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Puskesmas Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (15/9/2026). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/kye)

Celios menjelaskan, dari sisi sektoral kerugian ekonomi terkonsentrasi pada sektor kehutanan dan penebangan kayu yang kehilangan Rp262,33 triliun atau 77,1 persen dari total kerugian PDB.

Celios menilai, nilai kerugian di sektor ini bahkan melampaui PDB sektor kehutanan itu sendiri yang sebesar Rp98,48 triliun. Sebab, kerugian yang dihitung mencakup hilangnya aset tegakan hutan dan biaya restorasi lahan yang terbakar, tidak hanya produksi kayu yang hilang dalam satu tahun.

Selain itu, kerugian tercatat pada sektor turunan dan penopang terkait dengan sektor kehutanan. Melalui keterkaitan antar sektor dan antar daerah dalam model IRIO, sektor-sektor lain ikut kehilangan Rp78,05 triliun.

Adapun total biaya kesehatan untuk masyarakat yang terdiagnosis ISPA mencapai Rp19,20 triliun, yang berasal dari biaya kesehatan langsung dan biaya kesehatan tidak langsung. Total biaya kesehatan untuk masyarakat yang terdiagnosis dan bergejala ISPA mencapai Rp224,65 triliun.

Celios mengungkapkan, sejak Januari-Oktober 2026 karhutla yang melanda berbagai daerah di Indonesia dengan total luas terbakar mencapai 1,92 juta ha.

Papua Selatan mendominasi dengan 319.119,68 ha atau sekitar 1,15 kali lipat dari provinsi kedua Kalimantan Barat, 277.127,29 ha, disusul Nusa Tenggara Timur sebesar 223.192,97 ha, Kalimantan Tengah 220.329,68 ha, dan Sumatera Selatan 170.775,03 ha.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.