Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Penjualan MDKA Tembus US$817 Juta, Duit dari Nikel dan Emas Makin Deras

Penjualan MDKA ditopang produk nikel, yakni Nickel Pig Iron (NPI), bijih limonit, dan High Grade Nickel Matte (HGNM).

Emas dan perak dalam bentuk doré bullion Tambang Pani. (Sumber: Merdeka Copper Gold)
Emas dan perak dalam bentuk doré bullion Tambang Pani. (Sumber: Merdeka Copper Gold)

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatatkan penjualan produk sebesar US$817,3 juta sepanjang kuartal III 2026. Penjualan tersebut terutama ditopang produk nikel, yakni Nickel Pig Iron (NPI), bijih limonit, dan High Grade Nickel Matte (HGNM), seiring meningkatnya kontribusi dari bisnis emas, tembaga, dan asam sulfat.

Dari sektor emas, MDKA membukukan pendapatan sebesar US$72,9 juta dengan total produksi gabungan Tambang Emas Pani dan Tambang Emas Tujuh Bukit mencapai 50.142 ons. Produksi emas Pani tercatat 26.331 ons, melonjak 69 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara itu, Tambang Emas Tujuh Bukit menghasilkan 23.811 ons sepanjang kuartal ketiga.

“Kuartal ketiga ini mencerminkan semakin solidnya portofolio Perseroan. Operasi nikel kami terus berkembang, Tambang Emas Pani kembali mencetak pertumbuhan produksi kuartalan yang kuat, dan bisnis hilirisasi kami mulai memberikan kontribusi dari rentang produk yang lebih luas. Pada saat yang sama, kami terus memajukan berbagai proyek yang akan membentuk fase pertumbuhan MDKA selanjutnya, dengan tetap mempertahankan fokus yang disiplin pada keandalan operasi dan alokasi modal,”

kata Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk Albert Saputro dalam keterangan resmi, dikutip Selasa, 3 November 2026.

Produksi Nikel

Ilustrasi industri nikel. (Sumber: Unsplash/Morteza Mohammadi)
Ilustrasi industri nikel. (Sumber: Unsplash/Morteza Mohammadi)

Di sektor nikel, portofolio MDKA di Sulawesi mencatatkan rekor produksi bijih nikel kuartalan tertinggi. Produksi saprolit meningkat 68 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi 3,3 juta wet metric tonnes (wmt), sedangkan produksi limonit naik 62 persen menjadi 9 juta wmt.

Iklan

Produksi NPI juga meningkat menjadi 20.553 ton kandungan nikel. Adapun produksi HGNM mencapai 9.436 ton selama kuartal ketiga. Ketiga produk tersebut, yakni NPI, limonit, dan HGNM, menjadi kontributor penjualan terbesar Grup pada periode tersebut.

Selain nikel dan emas, bisnis hilirisasi MDKA juga memperoleh tambahan kontribusi dari operasi Acid Iron Metal (AIM). Fasilitas tersebut menjual sekitar 290.000 ton asam sulfat dengan nilai penjualan mencapai US$98,4 juta. Kinerja ini didukung harga jual aktual yang menguntungkan serta operasional yang stabil pada kedua lini pabrik asam sulfat.

MDKA menyebut kondisi harga yang lebih kuat diperkirakan mendukung perbaikan margin. Di saat yang sama, AIM memperkuat integrasi bisnis hilirisasi perseroan dengan memasok kebutuhan operasi pengolahan dan pemurnian bertekanan tinggi (high-pressure acid leach/HPAL) di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Operasi Tembaga

Emas dan perak dalam bentuk doré bullion Tambang Pani. (Sumber: Merdeka Copper Gold)
Emas dan perak dalam bentuk doré bullion Tambang Pani. (Sumber: Merdeka Copper Gold)

Sementara itu, operasi tembaga di Wetar menghasilkan 1.265 ton tembaga selama kuartal ketiga. Perseroan terus mengoptimalkan ekstraksi dari material heap-leach yang tersedia melalui inisiatif refluffing dan bioleaching. Proses bioleaching berhasil memulihkan 35 ton tembaga sepanjang kuartal tersebut.

Untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, MDKA juga melanjutkan pengembangan sejumlah proyek utama.

Proyek Tembaga Tujuh Bukit telah melewati tahap Studi Kelayakan (Feasibility Study), dengan pekerjaan optimalisasi yang mengintegrasikan pengembangan tambang bawah tanah dan potensi tambang terbuka ke dalam rencana tambang yang lebih luas.

Di Tambang Emas Pani, pengembangan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) Tahap I terus berjalan. Fasilitas CIL Tahap I dirancang memiliki kapasitas pemrosesan terpasang 12 juta ton per tahun (Mtpa), dengan kapasitas cadangan sekitar 20 persen atau hingga 14,4 Mtpa.

MDKA juga merencanakan pembangunan fasilitas CIL Tahap II dengan skala serupa. Jika kedua fasilitas berhasil dibangun dan beroperasi sesuai rencana, kapasitas produksi emas gabungan CIL ditargetkan meningkat menjadi sekitar 500.000-700.000 ons per tahun, dari estimasi 250.000-350.000 ons per tahun pada Tahap I.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.