Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Produksi Tambang Emas Pani Melonjak 69% pada Kurtal III 2026

Peningkatan ini ditopang oleh kenaikan kapasitas operasi (ramp-up) fasilitas heap leach di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Tambang Emas Pani resmi menuangkan emas perdananya (first gold pour). (Sumber: Merdeka Copper Gold)
Tambang Emas Pani resmi menuangkan emas perdananya (first gold pour). (Sumber: Merdeka Copper Gold)

Produksi emas Tambang Emas Pani milik PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melonjak 69 persen menjadi 26.331 ons pada kuartal III 2026. Peningkatan ini ditopang oleh kenaikan kapasitas operasi (ramp-up) fasilitas heap leach di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Sejak memulai produksi emas perdana pada Februari 2026, Tambang Pani terus meningkatkan skala operasional. Pada September 2026, produksi emas mencapai 10.952 ons, naik 12 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Tren tersebut berlanjut hingga Oktober, dengan produksi mencapai 6.190 ons dalam dua pekan pertama atau mengindikasikan tingkat produksi tahunan (annualised) sekitar 149.000 ons.

Iklan

“Kuartal ketiga ini membuktikan stabilitas peningkatan kapasitas di Tambang Emas Pani, yang ditandai dengan angka produksi lebih tinggi, kinerja operasional yang lebih kuat, serta efisiensi biaya yang membaik,”

kata Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk Boyke P. Abidin dalam keterangan resmi, Selasa, 3 November 2026.

Proyek CIL

Emas dan perak dalam bentuk doré bullion Tambang Pani. (Sumber: Merdeka Copper Gold)
Emas dan perak dalam bentuk doré bullion Tambang Pani. (Sumber: Merdeka Copper Gold)

Bersamaan dengan itu, Boyke mengatakan proyek Carbon-in-Leach (CIL) kini beralih dari tahap rekayasa teknik ke tahap konstruksi, yang menjadi langkah penting bagi fase pertumbuhan Perseroan selanjutnya.

Fokus kami tetap pada upaya memacu skala produksi bertanggung jawab, meningkatkan keandalan operasional, dan mengeksekusi proyek CIL dengan sangat disiplin seiring tekad kami mewujudkan Tambang Emas Pani sebagai operasi tambang emas skala besar dengan umur tambang yang panjang,”

jelasnya.

Merdeka Gold Resources memproyeksikan gabungan produksi emas dari operasi heap leach pada 2026 dan 2027 akan melampaui 250.000 ons. Dengan profil produksi yang diperbarui, produksi emas pada 2027 diperkirakan jauh di atas estimasi sebelumnya sebesar 150.000 ons, dengan tetap bergantung pada persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Dari sisi biaya, perseroan mencatatkan penurunan biaya produksi di tengah kenaikan volume. Biaya tunai (cash cost), di luar royalti dan kredit perak, turun 13 persen secara kuartalan menjadi US$778 per ons. Sementara itu, biaya pemeliharaan menyeluruh (all-in sustaining cost/AISC) turun 12 persen menjadi US$1.281 per ons.

Perseroan memperkirakan biaya per kuartal masih berfluktuasi selama periode peningkatan kapasitas produksi. Meski demikian, biaya setahun penuh diproyeksikan tetap berada dalam rentang panduan perseroan untuk 2026.

Kembangkan CIL Tahap I & II

Proyek Tembaga Tujuh Bukit di bawah Tambang Emas Tujuh Bukit. (Sumber: Merdeka Copper Gold)
Proyek Tembaga Tujuh Bukit di bawah Tambang Emas Tujuh Bukit. (Sumber: Merdeka Copper Gold)

Untuk menopang pertumbuhan produksi berikutnya, Merdeka Gold Resources tengah mengembangkan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) Tahap I. Desain rekayasa dasar (basic engineering) telah rampung, peralatan utama dengan waktu pengadaan panjang telah dipersiapkan, dan kontraktor konstruksi mulai dimobilisasi. Pekerjaan sipil di sejumlah area pabrik utama juga telah dimulai.

Fasilitas CIL Tahap I dirancang memiliki kapasitas cadangan (surge capacity) sekitar 20 persen, sehingga memungkinkan kapasitas pemrosesan mencapai 14,4 juta ton per tahun. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai menjalani uji coba operasi (commissioning) pada 2028.

Selain Tahap I, perseroan tengah mematangkan rencana pembangunan CIL Tahap II dengan kapasitas yang sama. Kedua fasilitas akan didukung infrastruktur bersama. Jika seluruh rencana terealisasi, kapasitas produksi emas tahunan gabungan dari operasi CIL ditargetkan mencapai sekitar 500.000 hingga 700.000 ons, di luar produksi dari operasi heap leach yang telah berjalan.

Perseroan juga menyiapkan anggaran eksplorasi sebesar US$11,4 juta untuk 2027. Anggaran tersebut akan digunakan untuk program pengeboran sepanjang 50.000 meter guna memperluas basis sumber daya mineral Pani dan mengembangkan target eksplorasi tambahan.

Hasil pengeboran terbaru mengonfirmasi perpanjangan mineralisasi emas di bawah selubung sumber daya (resource envelope) saat ini di area Pani Deeps. Tambahan mineralisasi juga ditemukan di Area Pani Gap dan Kolokoa Tahap 2.

Melalui peningkatan kapasitas heap leach, pengembangan fasilitas CIL, serta program eksplorasi lanjutan, EMAS membidik pertumbuhan produksi Tambang Emas Pani dalam jangka panjang.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.