Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak melemah pada penutupan perdagangan Selasa, 3 November 2026. Bahkan, IHSG tercatat anjlok berada di bawah level 5.000.
Rupiah tercatat melemah sebesar 0,02 persen atau 4 poin ke level Rp18.160 per dolar Amerika Serikat (AS), dan IHSG amblas 3,78 persen ke level 4.904.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, sejumlah nilai tukar negara Asia turut melemah diantaranya Yuan Tiongkok (CNY) sebesar 0,39 persen, Dolar Singapura (SGD) melemah 0,15 persen.
Iklan
Kemudian Ringgit Malaysia (MYR) melemah sebesar 0,09 persen, Baht Thailand (THB) sebesar 0,07 persen, dan Yen Jepang (JPY) melemah sebesar 0,03 persen.
Sentimen Rupiah
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Senin (13/7/2026). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.)
Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapan sentimen rupiah berasal dari sikap pasar yang tengah tertuju pada pemilihan umum paruh waktu (midterm elections) AS pada 3 November.
Para pelaku pasar juga akan menghadapi jadwal ekonomi yang padat untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed,”
kata Ibrahim dalam keterangannya Selasa, 3 November 2026.
Adapun data ekonomi yang akan dirilis meliputi data lowongan kerja (JOLTS Job Openings), data perubahan tenaga kerja versi ADP (ADP Employment Change), indeks ISM Services PMI, serta laporan Nonfarm Payrolls (NFP).
Saham Melemah
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menurun di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (16/10/2026). (Sumber: Antara Foto/Hafidz Mubarak A/kye)
Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp11,5 triliun dengan melibatkan 26,7 miliar saham dalam 1,3 juta kali transaksi. Sebanyak 57 saham naik, 37 tidak bergerak, dan saham turun sebanyak 624.
Dilansir dari Stockbit, saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:
PT Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk (AEGS) melemah sebesar 10 persen ke Rp36
PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS) melemah sebesar 10 persen ke Rp54
PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) melemah 10 persen ke Rp81
Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp157,88 miliar
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp116,14 miliar
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) sebesar Rp109,54 miliar