Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,06 persen atau 10 poin ke level Rp18.146 per dolar Amerika Serikat pada Selasa pagi, 3 November 2026.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan penguatan rupiah masih didukung oleh penurunan harga minyak dunia dan harapan damai di Timur Tengah. Namun, penguatan rupiah hari ini diperkirakan akan terbatas.
“Rupiah diperkirakan masih berfluktuatif dalam rentang ketat dengan potensi menguat terbatas, didukung oleh penurunan harga minyak mentah dunia yang cukup besar oleh harapan pembicaraan damai Timur Tengah,”
kata Lukman kepada Owrite.id.
Waspada
Lukman menuturkan investor saat ini masih berhati-hati di tengah padatnya jadwal rilis data perekonomian, serta mengantisipasi pemilu legislatif paruh waktu AS.






