Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Dunia Turun ke US$103,21 per Barel, Imbas Menanti Hasil Pemilu Sela AS

Harga minyak Brent turun 0,41 persen menjadi US$103,21 per barel. Sementara harga minyak WTI AS turun 0,70 persen menjadi US$95,42 per barel.

Pengeboran minyak lepas pantai.
Pengeboran minyak lepas pantai. (migas.esdm.go.id)

Harga minyak dunia turun pada perdagangan Rabu, seiring para investor menanti hasil pemilu sela Amerika Serikat (AS) dan menilai kemungkinan dampaknya terhadap perundingan perdamaian di Timur Tengah. Data industri menunjukkan persediaan minyak mentah AS mengalami penurunan tak terduga pada pekan lalu.

Dilansir dari Economic Times pada Rabu, 4 November 2026, harga minyak mentah Brent turun 40 sen atau 0,41 persen menjadi US$103,21 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 67 sen atau 0,70 persen menjadi US$95,42 per barel.

Pada sesi sebelumnya, harga minyak mentah Brent turun lebih dari 1 persen ke level terendahnya dalam hampir empat pekan. Para pedagang mencermati upaya diplomatik untuk mengakhiri perang di Ukraina dan Iran.

Iklan

Adapun saat ini perhitungan suara sedang berlangsung dalam pemilu sela AS, yang akan menentukan apakah Partai Republik pimpinan Presiden Donald Trump akan mempertahankan kendali atas Kongres hingga akhir masa jabatan keduanya.

Investor Cermati Upaya Damai

Ilustasi Irak dan Iran Bersatu lawan AS-Israel. (Sumber: Gambar Dibuat AI)
Ilustasi Irak dan Iran Bersatu lawan AS-Israel. (Sumber: Gambar Dibuat AI)

Investor juga memantau perkembangan upaya untuk mengakhiri konflik antara AS-Israel dengan Iran. Qatar telah mengintensifkan upaya mediasi untuk mencegah eskalasi serangan lebih lanjut pasca pemilu paruh waktu AS.

Namun, Reuters melaporkan pada Selasa bahwa Teheran dan Washington masih jauh dari mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik tersebut.

Di samping itu, AS melancarkan serangan yang disebut sebagai serangan defensif terhadap Pulau Qeshm di Iran. Serangan tersebut menargetkan rudal darat ke udara yang digunakan untuk menyerang aset-aset AS, menurut seorang pejabat AS pada Selasa.

Serangan Skala Terbatas

Ilustrasi Tentara AS terluka imbas serangan drone Iran.
Ilustrasi Tentara AS terluka imbas serangan drone Iran. (Foto: AI).

Pejabat lain mengatakan serangan tersebut tampaknya berskala terbatas, dan tidak menandakan kembalinya operasi tempur besar-besaran.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Financial Times pada Selasa bahwa Washington tidak memiliki rencana segera untuk melancarkan serangan lebih lanjut terhadap Iran.

Kami tampaknya mendapatkan semua yang kami inginkan,”

kata Trump dalam wawancara telepon selama enam menit.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.