Pengunjung memantau layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/sgd)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Rabu, 3 November 2026. IHSG anjlok sebesar 1,46 persen ke level 4.832.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp405,3 miliar dengan melibatkan 1,4 miliar saham dalam 54,4 ribu kali transaksi. Sebanyak 414 saham turun, 117 tidak bergerak, dan 70 naik.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memperkirakan IHSG berpotensi mengalami penguatan dalam jangka pendek atau short term technical rebound.
Iklan
“IHSG berpotensi short term teknikal rebound ke 4950-4970,”
kata Fanny dalam analisisnya Rabu, 4 November 2026.
Namun, Fanny meminta agar investor tetap waspada terhadap potensi koreksi lanjutan apabila indeks belum mampu menembus level resistennya.
“Tapi hati-hati, sepanjang belum break di atas 4.970, IHSG masih akan coba koreksi ke 4.700-4.800 dulu,”
katanya.
Bursa Saham Asia
Bursa Saham Global. (Sumber: Unsplash/Anne Nygård)
Fanny menuturkan, untuk bursa saham Asia mayoritas melemah pada perdagangan Selasa, 3 November. Sebab, investor cenderung wait and see menjelang pemilu midterm elections AS, sementara harga minyak dunia mulai stabil setelah anjlok lebih dari 7 persen pada perdagangan sebelumnya.
Pelemahan dipimpin pasar saham Korea Selatan, indeks Kospi merosot 3,6 persendan Kosdaq anjlok 4,1 persen. Kemudian Taiex Taiwan terkoreksi 3,6 persen dan CSI 300 China turun 0,2 persen, serta Hang Seng Hong Kong naik 0,57 persen, dan ASX 200 Australia menguat 0,34 persen.
Lantas untuk perdagangan hari ini, Fanny memperkirakan bahwa IHSG akan bergerak di level support 4.700 hingga 4.800. Sedangkan level resist IHSG di kisaran 4.950 hingga 4.970.