Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) di kawasan Melawai, Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tampak belum menarik perhatian masyarakat. Meski berada di kawasan ramai dikunjungi dan tengah populer di kalangan anak muda, toko koperasi tersebut justru terlihat sepi.
Pantauan Owrite saat mengunjungi lokasi, pada Rabu sore, 4 November 2026, menunjukkan aktivitas jual beli di Kopdes Merah Putih tersebut terbilang minim. Pengunjung yang berlalu-lalang di sekitar kawasan Blok M pun tampak tidak banyak melirik keberadaan toko tersebut.
Kondisi ini cukup kontras dengan suasana Blok M yang dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat Jakarta. Kawasan tersebut ramai dikunjungi, terutama oleh anak muda yang datang untuk berburu kuliner, nongkrong, hingga menikmati berbagai ruang publik dan tempat hiburan.
Iklan
Namun, keramaian kawasan itu tampaknya belum berdampak pada aktivitas perdagangan Kopdes Merah Putih di Melawai.
Produk yang Dijual Terbatas
Warga berbelanja produk sembako saat ujicoba operasional di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Pasirharjo Kecamatan Talun, Blitar, Jawa Timur, Selasa (2/6/2026). (ANTARA FOTO/Irfan Anshori/wsj.)
Dari sisi ketersediaan barang, pilihan produk yang dijajakan juga masih terbatas. Owrite mendapati sejumlah barang kebutuhan yang tersedia di antaranya gula, minyak goreng, gas LPG ukuran 3 kilogram dan 12 kilogram, minuman kemasan, serta beberapa jenis makanan ringan.
“Lagi kosong,”
kata seorang penjaga kasir saat ditanya mengenai ketersediaan beras.
Sementara itu, belum terlihat beragam kebutuhan pokok lain yang umumnya menjadi bagian dari belanja sehari-hari masyarakat.
Keterbatasan pilihan barang tersebut berpotensi menjadi salah satu faktor yang membuat koperasi belum menjadi tujuan belanja bagi pengunjung maupun warga sekitar.
Katanya Penggerak Ekonomi Masyarakat?
Pengurus koperasi menata ketersediaan beras SPHP di gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Bogem, Bayat, Klaten, Jawa Tengah, Senin (18/5/2026). (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/kye)
Padahal, keberadaan Kopdes Merah Putih diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat sekaligus mempermudah akses terhadap kebutuhan pokok.
Sepinya aktivitas di Kopdes Merah Putih Melawai pun memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengelolaan, kelengkapan produk, hingga strategi menarik minat konsumen, khususnya di kawasan perkotaan dengan tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi.
Di tengah potensi pasar yang cukup besar di kawasan Blok M, tantangan Kopdes Merah Putih tampaknya bukan sekadar menghadirkan toko, tetapi juga memastikan ketersediaan barang yang dibutuhkan masyarakat serta membangun daya tarik agar koperasi benar-benar menjadi pilihan untuk berbelanja.