Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,45 persen atau 82 poin ke level Rp18.086 per dolar Amerika Serikat pada Kamis, 5 November 2026.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong berujar penguatan rupiah hari ini didorong oleh harga minyak dunia yang turun tajam. Penurunan itu didorong oleh kemenangan partai Demokrat dalam pemilu sela atau paruh waktu (midterm election) Amerika Serikat.
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah penurunan tajam pada harga minyak dunia oleh harapan berakhirnya perang AS-Iran, setelah Partai Democrats memenangkan mayoritas di kongres dan senat AS,”
kata Lukman kepada Owrite.id.
Kemudian, saat ini investor juga sedang menantikan data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2026, yang akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada siang ini.







