Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup berlawanan arah pada Jumat, 6 November 2026. Rupiah melemah, sedangkan IHSG menguat.
Rupiah tercatat melemah sebesar 0,04 persen atau 7 poin menjadi Rp18.089 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan IHSG melemah 0,40 persen ke level 5.050.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, sejumlah nilai tukar negara Asia tercatat melemah diantarnya Baht Thailand (THB) sebesar 0,34 persen, Ringgit Malaysia (MYR) melemah 0,27 persen.
Iklan
Kemudian Yen Jepang (JPY) melemah sebesar 0,26 persen, Dolar Singapura (SGD) melemah sebesar 0,24 persen, Peso Filipina (PHP) melemah sebesar 0,07 persen, dan Yuan Tiongkok (CNY) melemah sebesar 0,06 persen.
Sentimen Rupiah
Mata uang Rupiah dan Dollar AS/Doc. Owrite/Acel
Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapan sentimen rupiah berasal dari respons negatif pasar terhadap kapal-kapal tanker yang mendapat serangan di Timur Tengah.
Pasar merespon negatif terhadap kapal-kapal tanker yang mendapat serangan di Timur Tengah yang meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan,”
kata Ibrahim dalam keterangannya Jumat, 6 November 2026.
Selain itu, Ibrahim menilai kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal Indonesia meningkat, akibat kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi memperbesar beban subsidi dan kompensasi energi dalam APBN.
Saham Naik
Petugas melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (20/10/2026). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz)
Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp10,2 triliun dengan melibatkan 47,3 miliar saham dalam 1,1 juta kali transaksi. Sebanyak 192 saham naik, 141 tidak bergerak, dan 381 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer diantaranya: