Harga minyak dunia kembali naik untuk sesi kedua berturut-turut, seiring serangan baru terhadap kapal tanker yang memicu kekhawatiran atas pasokan global. Sementara itu, para investor kembali mengevaluasi prospek perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.
Dilansir dari Economic Times pada Jumat, 6 November 2026, harga minyak mentah Brent naik 0,87 sen atau 0,089 persen menjadi US$99,20 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 0,6 persen ke level di atas US$91 per barel.
Sebelumnya, harga minyak mentah Brent ditutup naik US$3,67 pada sesi sebelumnya, menguat 3,88 persen menjadi US$98,29 per barel. Sedangkan harga minyak mentah WTI naik US$2,40 atau 2,72 persen, dan ditutup pada US$90,52 per barel.
Iklan
Pernyataan Trump dan Serangan Kapal Tanker
Potret Presiden AS Donald Trump. (Axios.com)
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis bahwa Iran tidak dapat mengambil tindakan apapun terkait program nuklirnya tanpa persetujuan Washington. Ia juga menyatakan harus memutuskan apakah AS akan melancarkan aksi lebih lanjut terhadap Teheran atau menerima situasi saat ini.
Komentar Trump tersebut muncul sehari setelah kedua patokan harga minyak mentah tersebut anjlok lebih dari 8 persen, dan ditutup pada level terendah sejak 31 Agustus.
Serangan terhadap kapal tanker di Teluk terus berlanjut dengan frekuensi yang mendekati rekor tertinggi, dengan setidaknya lima kapal melaporkan insiden sejak Minggu, menurut UK Maritime Trade Operations (UKMTO).
Frekuensi serangan tersebut serupa dengan Oktober, ketika 35 kapal menjadi sasaran. Jumlah itu merupakan rekor bulanan tertinggi sejak perang dimulai.
Pemilih AS Keluhkan Perang dengan Iran
Konflik yang dilancarkan oleh Presiden AS Donald Trump dan Israel terhadap Iran pada bulan Februari telah menyebabkan harga bahan bakar melonjak tajam, yang menjadi keluhan utama di kalangan pemilih Amerika.
Partai Republik yang dipimpin Trump mengalami kemunduran besar dalam pemilihan sela hari Selasa, dengan Partai Demokrat memenangkan kendali atas kedua majelis Kongres AS. Kongres yang baru terpilih dan dikuasai Partai Demokrat akan mulai bertugas pada bulan Januari.
Meskipun harga minyak mentah baru-baru ini mengalami penurunan, eskalasi lebih lanjut dalam konflik ini dapat mendorong harga minyak mentah Brent ke kisaran US$110 per barel hingga US$125 per barel, demikian dilansir Reuters mengutip Eurasia Group.
Ilustrasi pasukan IRGC Iran tutup Selat Hormuz. (Foto: Istimewa/AI).
Iran Ingin Blokade Laut Dicabut
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi membahas perkembangan terbaru dalam upaya diplomatik untuk mendorong stabilitas regional melalui percakapan telepon terpisah dengan mitranya dari Arab Saudi dan Qatar, menurut Kementerian Luar Negeri Iran.
Namun, perbedaan signifikan tetap ada antara Teheran dan Washington. Iran ingin AS mencabut blokade angkatan lautnya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, melonggarkan sanksi, dan membebaskan aset yang dibekukan sebelum Iran sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz.
Ketegangan juga telah meluas ke front lain dalam konflik ini, dengan Arab Saudi mengeluarkan peringatan pada Kamis mengenai potensi ancaman terhadap Yanbu, pusat ekspor minyaknya di Laut Merah.
Peringatan tersebut muncul saat kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran terus melancarkan serangan terhadap Kerajaan Arab Saudi. Kelompok Houthi kemudian mengklaim telah menyerang Bandara Raja Fahd di kota Dammam, Arab Saudi, meskipun pihak berwenang Arab Saudi belum segera mengonfirmasi serangan tersebut.