Mata uang Garuda dibuka melemah pada pembukaan perdagangan Jumat, 6 November 2026. Rupiah tercatat melemah sebesar 0,07 persen atau 12 poin ke level Rp18.094 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengungkapkan melemahnya rupiah didorong oleh sentimen risk-off global, terutama kekhawatiran investor terhadap perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), dan respons negatif pasar terhadap hasil pemilu paruh waktu AS.
Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen risk off global terkait AI oleh respon negatif investor terhadap hasil pemilu paruh waktu AS,”
kata Lukman kepada Owrite Jumat, 6 November 2026.
Proyeksi Rupiah

Meski demikian, Lukman memperkirakan pelemahan rupiah pada hari ini akan terbatas karena ditopang oleh data perekonomian Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 tumbuh 5,47 persen, atau naik dibandingkan kuartal II-2026 yang sebesar 5,29 persen.






