Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Utang Pemerintah Tembus Rp10.326 Triliun per September 2026, Ini Penjelasan Kemenkeu

Utang yang berasal dari instrumen SBN Rp8.962,40 triliun atau 86,79 persen. Sedangkan dari pinjaman Rp1.364,53 triliun atau 13,21 persen.

Gambar ilustrasi utang pemerintah (Gambar dibuat oleh AI)
Gambar ilustrasi utang pemerintah (Gambar dibuat oleh AI)

Utang pemerintah Indonesia mencapai Rp10.326,93 triliun per September 2026 atau 40,30 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Jumlah itu naik dibandingkan posisi Juni 2026 yang sebesar Rp10.293,69 triliun.

Meski mengalami kenaikan, Dirjen Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto mengatakan rasio utang tersebut turun menjadi 40,30 persen, dibandingkan posisi per Juni 2026 yang sebesar 41,26 persen dari PDB.

Hal ini sejalan dengan kehati-hatian dalam pengelolaan utang dan strategi yang terukur serta pertumbuhan ekonomi yang kuat. Peningkatan PDB nominal yang ditopang aktivitas ekonomi domestik dan akselerasi belanja Pemerintah turut mendorong penurunan rasio utang,”

kata Suminto dalam keterangannya Jumat, 6 November 2026.

Jenis Utang Pemerintah

Ilustrasi Surat Utang Negara. (Sumber: Gambar dibuat AI)
Ilustrasi Surat Utang Negara. (Gambar dibuat AI)

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat utang pemerintah terdiri dari dua jenis yakni Surat Berharga Negara (SBN) dan pinjaman. Mayoritas utang itu didominasi oleh instrumen SBN.

Iklan

Bila dirinci, utang yang berasal dari instrumen SBN sebesar Rp8.962,40 triliun atau 86,79 persen. Sedangkan dari pinjaman sebesar Rp1.364,53 triliun atau 13,21 persen.

Suminto menegaskan, pemerintah akan memastikan rasio utang berada pada tingkat yang terkendali, sekaligus memastikan terjaganya pembiayaan APBN guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesinambungan fiskal.

Pemerintah terus berkomitmen mempertahankan rasio utang pada tingkat yang terkendali sekaligus memastikan terjaganya pembiayaan APBN secara efisien dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesinambungan fiskal,”

imbuhnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.