Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Ekonomi RI Tumbuh 5,47 Persen, Wamenko Dradjad Klaim Daya Beli Melemah Tidak Betul

Dradjad Wibowo mengeklaim tak ada perlambatan daya beli, kondisi sebenarnya yang terjadi saat ini adalah pergeseran pola belanja masyarakat.

Wamenko Perekonomian, Dradjad Wibowo. (Sumber: Alumniipbpedia.id)
Wamenko Perekonomian, Dradjad Wibowo. (Sumber: Alumniipbpedia.id)

Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo menyebut anggapan bahwa daya beli masyarakat melemah tidak benar. Sebab, ekonomi Indonesia masih tumbuh sebesar 5,47 persen secara year on year (yoy) pada kuartal III-2026.

Dradjad mengatakan, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,47 persen berada di luar perkiraan dari sejumlah kalangan, yang hanya memproyeksikan ekonomi tumbuh 5,2 persen.

“Kenapa kita tumbuh sangat bagus? Karena ternyata daya beli masyarakat yang selama ini itu dinarasikan melemah itu enggak betul. Ternyata daya beli masyarakat kita itu sangat bagus, sangat tinggi, hanya bergeser,”

kata Dradjad di Jakarta, Minggu, 8 November 2026.

Klaim Pergeseran Pola Belanja

Ilustrasi belanja online
Ilustrasi belanja online (Foto: magnific.com)

Dradjad menilai, kondisi sebenarnya yang terjadi saat ini adalah pergeseran pola belanja. Menurutnya, jika sebelumnya masyarakat belanja di mal seperti baju kini pola belanja bergeser ke transportasi, wisata, hingga hotel.

Iklan

“Kalau dulu itu belanja, belanja yang biasa di mal, belanja baju, segala macam. Sekarang itu bergeser ke transportasi, komunikasi, wisata, dan hotel,”

ujarnya.

Dradjad menuturkan, dengan adanya pola pergeseran itu pemerintah memberikan sejumlah stimulus berupa diskon guna mendorong perekonomian nasional.

“Diskon yang akan diberikan oleh pemerintah supaya belanja masyarakat yang kalau akhir tahun biasanya harganya naik, itu bisa harganya lebih terjangkau, jadi masyarakat lebih antusias untuk berbelanja. Karena apa? Karena kalau masyarakat berbelanja, ekonomi tumbuh,”

tuturnya.

Dia pun membandingkan, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026 dengan negara G20. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi tertinggi kedua setelah India.

“Jadi pertumbuhan kita mengalahkan China, selama ini orang kan selalu memakai China sebagai patokan, kita sudah tumbuh lebih tinggi dari China, lebih tinggi dari Korea Selatan,”

jelasnya.

Adapun ekonomi China tercatat tumbuh sebesar 4,5 persen, Korea Selatan tumbuh sebesar 3,4 persen, Jerman 1,2 persen, serta Jepang 0,7 persen.

“Nah, untuk menjaga momentum pertumbuhan, pemerintah melaksanakan program stimulus akhir tahun 2026,”

imbuhnya.

Pendorong Ekonomi Kuartal III

Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Baruga yang telah rampung dibangun di Kendari, Sulawesi Tenggara
Seorang Bintara Pembina Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Baruga yang telah rampung dibangun di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (19/2/2026). Kementerian Koperasi menyatakan telah selesai membangun sebanyak 1.000 unit Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dari target 80 ribu unit. (ANTARA FOTO/Andry Denisah/foc.)

Sebelumnya, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), M. Edy Mahmud mengatakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2026 masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).

Edy mengatakan, konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi sebesar 51,97 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan PMTB kontribusinya sebesar 30,81 persen.

“Dengan demikian 82,78 persen PDB kuartal III-2026 berasal dari konsumsi rumah tangga dan PMTB,”

kata Edy dalam konferensi pers Kamis, 5 November 2026.

Edy melanjutkan, konsumsi rumah tangga mampu tumbuh 5,04 persen yoy, dan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 2,62 persen pada kuartal III-2026. Pertumbuhan tersebut juga lebih tinggi dibandingkan kuartal III-2026 yang tumbuh 4,89 persen.

Edy menjelaskan, kinerja konsumsi rumah tangga pada kuartal III-2026 utamanya didorong oleh kenaikan nilai transaksi barang dan jasa secara online, peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata, serta berbagai kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.