Mantan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim rupanya miliki kepentingan lain di balik kekehnya pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek. Sejak awal, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai kepentingan Nadiem dalam pengadaan laptop tersebut guna kepentingan bisnis.
Jaksa mengatakan Nadiem juga mengetahui kalau pengadaan laptop Chromebook dengan operasi Chrome Device Management (CDM) tidak maksimal di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Terdakwa Nadiem Anwar Makarim mengetahui laptop Chromebook dengan sistem operasi chrome tidak bisa digunakan oleh siswa dan guru dalam proses belajar mengajar khususnya daerah 3T. Hal itu dilakukan terdakwa Nadiem Anwar Makarim semata-mata hanya untuk kepentingan bisnisnya agar Google meningkatkan investasi penyetoran dana ke PT AKAB,”
ujar Jaksa saat membacakan surat dakwaan di ruang sidang PN Jakarta Pusat, Senin, 5 Januari 2026.
Nadiem Makarim menjadi Mendikbudristek menggantikan Muhadjir Effendi pada Oktober 2019. Sebelum menduduki kursi menteri, sebagaimana diketahui Nadiem merupakan pendiri Gojek Indonesia pada 2010.






