Jaksa Penuntut Umum (JPU) membongkar akal bulus Nadiem Makarim untuk menghindari adanya ‘conflict of interest‘ atau konflik kepentingan demi memuluskan pengadaan laptop Chormebook pada saat menjabat Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek).
Dalam surat dakwaan Nadiem Makarim, Jaksa mengatakan Nadiem mengundurkan diri dari direksi Gojek Indonesia dan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) kemudian menunjuk temannya sendiri untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut.
Untuk tidak terlihat adanya ‘conflict of interest‘ kedudukan terdakwa Nadiem Anwar Makarim selaku Mendikbud maka terdakwa mengundurkan diri sebagai Direksi di PT Gojek Indonesia dan PT AKAB akan tetapi terdakwa Nadiem menunjuk teman-temannya diantaranya Andre Soelistyo dan Kevin Bryan Aluwi sebagai Direksi dan Beneficial Owner untuk kepentingan terdakwa Nadiem Anwar Makarim sebagai saham founder (saham pendiri),”
ungkap Jaksa dalam surat dakwaanya, Senin, 5 Januari 2026.
Nadiem, kata Jaksa dikenal sebagai pendiri perusahaan Gojek pada tahun 2010 dengan kepemilikan saham sebesar 99 persen atau setara dengan Rp99 juta.






