Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman, angkat bicara soal vonis pidana pengawasan kepada Laras Faizati. Menurutnya, vonis tersebut adalah contoh konkret bahwa hukum yang mengacu pada KUHP dan KUHAP baru benar-benar ditegakkan.
Vonis pidana pengawasan kepada Laras Faizati adalah contoh konkret bahwa hukum saat ini ditegakkan dengan hati nurani dan berorientasi pada keadilan daripada sekedar kepastian hukum,”
kata Habiburokhman dalam keterangannya, Jumat 16 Januari 2026.
Walaupun Laras Faizati terbukti melakukan perbuatan yang dituduhkan, tetapi dengan berbagai pertimbangan maka dia tidak harus menjalani pidana penjara sebagaimana terjadi di kasus serupa di masa lalu,”
tambahnya.
Komisi III pun mengapresiasi Majelis Hakim karena telah maksimal menjalankan tugasnya. Dia juga berharap agar Laras dapat pembelajaran dari kasus tersebut.
Kepada Laras Faizati, kami berharap bahwa kasus ini bisa menjadi pembelajaran agar dia bisa memperbaiki cara menyampaikan pendapatnya di kemudian hari,”
ungkapnya
Selain kasus Laras Faizati, Komisi III pun mencatat setidaknya ada tiga perkara, yang menunjukkan di mana aparat penegak hukum menggunakan ketentuan baru dalam KUHP baru dan KUHAP baru yang sangat menguntungkan para pencari keadilan.






