Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan Bupati Pati, Sudewo mematok harga bagi para calon aparat Kepala Desa di lingkungan Kecamatan Jakenan, Pati, Jawa Tengah. Tidak tanggung-tanggung, harga yang ditawarkan untuk menduduki kursi jabatan perangkat desa Kecamatan Jakenan mencapai ratusan juta.
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu mengatakan Sudewo (SDW) sudah menentukan harga bagi para calon yang ingin mendaftar hingga menjadi pejabat perangkat desa dengan tarif maksimal, Rp150 juta. Namun pada praktiknya, tarif tersebut malah dinaikkan oleh anak buah Sudewo, Kades Karangworo, Abdul Sulyono (YON) dan Kades Arumanis, Sumarjiono (JION).
Berdasarkan arahan SDW, YON dan JION kemudian menetapkan tarif sebesar Rp165 juta sampai dengan Rp225 juta untuk setiap Caperdes yang mendaftar. Besaran tarif tersebut sudah di mark-up oleh YON dan JION dari sebelumnya Rp125 juta sampai dengan Rp150 juta,”
ujar Asep saat konferensi pers di KPK, Selasa, 20 Januari 2026.
Adanya praktik jual beli jabatan tersebut semula dari Pemerintah Kabupaten Pati membuka formasi jabatan perangkat desa pada 2026. Hal tersebut kemudian dimanfaatkan Sudewo untuk mematok harga.






