Saya nggak tahu, Anda yang lebih tahu. Saya baru di dalam rapat seharian,”
tuturnya.
Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa ia tidak akan melepaskan anak buahnya yang kini sudah terjaring OTT. Purbaya mengatakan, Kementerian Keuangan akan memberikan pendampingan hukum kepada mereka yang terjerat hukum.
Saya tidak akan melepaskan anak buah saya sendirian begitu aja, akan ada pendampingan hukum dari Kementerian Keuangan. Tapi tidak dalam bentuk intervensi hukum, kita temenin aja sampai prosesnya selesai,”
jelasnya.
Awal Mula Perbaikan Pajak-Bea Cukai
Namun Purbaya menilai, OTT yang dilakukan KPK ini merupakan titik awal untuk memperbaiki pajak dan bea cukai. Sehingga ia mengaku tidak terpukul bila anak buahnya terjerat hukum.
Kenapa terpukul? Kan itu justru merupakan titik masuk untuk memperbaiki pajak dan bea cukai. Kemarin kan bea cukai sudah saya obrak-abrik, kan yang dapet yang dipinggirkan sudah terdeteksi sebelumnya,”
tuturnya.
Purbaya mengingatkan, bila pegawai pajak dan bea cukai terbukti melakukan tindakan penyelewengan, maka ia tak segan-segan memberhentikan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil).
Nanti akan non job kan mungkin ke suatu tempat yang di pusat nggak ngapa-ngapain. Nanti kita lihat, kayaknya sih kalau terbukti salah bisa diberhentikan, kita berhentikan,”
tegasnya.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan di kantor pusat Bea dan Cukai, Jakarta, pada Rabu, 3 Februari 2026.
OTT bea cukai Jakarta,”
ujar Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto saat dikonfirmasi, Rabu, 3 Februari 2026.
Fitroh belum menjelaskan lebih jauh mengenai pihak-pihak mana saja yang terjaring dalam operasi senyap tersebut. Hingga kini, pihak yang diamankan diamankan dalam OTT tersebut masih berstatus sebagai terperiksa.