Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan sempat terjadi drama kejar-kejaran saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok dari kasus suap penanganan sengketa lahan PT Karabha Digdaya (KD).
Juru Bicara (Jubir) KPK, Budi Prasetyo menerangkan operasi senyap itu dilatarbelakangi ada rencana transaksi terselubung pada kasus tersebut, saat waktu subuh. Penyidik KPK sudah siap siaga terlebih dahulu pada dini hari, namun transaksi itu baru dilakukan pada siang harinya.
Ditunggu sampai pagi, belum juga dilakukan penyerahan dan pada siang hari sekitar pukul 13.39, tim juga memantau pergerakan saudara ALF yang merupakan staf keuangan dari PT KD, mengambil uang senilai Rp850 juta sesuai dengan kesepakatan dari pihak PT KD dengan pihak PT PN,”
ucap Budi kepada wartawan, Sabtu, 7 Februari 2026.
Budi bilang sebelum transaksi, PT KD sempat melakukan negosiasi dengan pihak PN Depok yang meminta Rp1 miliar. Singkat cerita, kedua belah pihak menyepakati nilai transaksi kurang dari kesepakatan awal.






