Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) memperbarui temuan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus.
Per 21 April 2026, TAUD menemukan alat bukti berupa gelas sebagai wadah, yang berisi air keras dengan kepekatan puluhan persen. Benda itu yang digunakan oleh pelaku ketika mengeksekusi Andrie.
Wadah berbentuk gelas tumbler berukuran sedang seperti biasa digunakan untuk kopi. Pemeriksaan forensik oleh kepolisian, menunjukkan residu cairan H2SO4 (asam sulfat) dengan tinggi kepekatan 32,25 persen dan nilai pH 1,02,”
kata Muhamad Isnur, salah satu perwakilan TAUD, dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 April 2026.
Bagian luar gelas tersebut berkelir ungu muda dan rusak akibat kontak dengan air keras. Bagian dalamnya diduga berwarna silver dengan bahan besi tahan karat, dan menghitam lantaran kontak dengan air keras.






