Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan Suparno menyebut ada miskomunikasi pada penyidik Polda Metro Jaya saat melimpahkan berkas kasus Andrie Yunus kepada Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.
Hal tersebut diungkapkan ketika hakim membacakan pertimbangan gugatan praperadilan yang dilayangkan Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD).
“Berdasarkan fakta yang diuraikan, ada miskomunikasi antara institusi Termohon, di mana di satu sisi penyidik menyatakan proses penyidikan yang dilakukan oleh Termohon masih berlangsung, dan kenyataannya memang belum ada Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) yang diterbitkan,”
ujar Suparno, Selasa, 2 Juni 2026.
Suparno kemudian merujuk pada pernyataan pejabat Polda Metro Jaya saat melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR RI. Selain itu, si pejabat juga sempat mengisyaratkan bahwa penyelidikan kasus Andrie Yunus dinyatakan selesai setelah berkas itu dilimpahkan kepada militer.






