Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan mengungkapkan penyidik Polda Metro Jaya belum pernah menerbitkan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus.
Tanpa penerbitan SP3, penyidik Polda Metro Jaya justru melimpahkan berkas itu kepada jajaran Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.
“Menimbang, bahwa ternyata sampai saat ini penyidikan terhadap tindak pidana berdasarkan laporan polisi nomor LP/A/222/III/2026 tertanggal 13 Maret 2026 belum pernah diterbitkan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan atau SP3,”
kata Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Suparno, Selasa, 2 Juni 2026.
Kasus penyiraman air keras Andrie Yunus terjadi pada 12 Maret 2026, kemudian polisi langsung menyelidiki kasus itu dengan membuat aporan Polisi (LP) Tipe A, yakni laporan yang dibuat oleh anggota Polri yang mengalami, mengetahui, atau menemukan langsung peristiwa tindak pidana yang terjadi.






