Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hukum

Pakar Hukum Pertanyakan Asal Usul Uang dan Emas Sitaan di Rumah Febrie Adriansyah, Desak Aparat Transparan

penyidik perlu menjelaskan secara terbuka hasil pemeriksaan barang bukti beserta kaitannya dengan perkara yang sedang ditangani.

Kortastipikor Polri dan Polda Metro Jaya menyita 74 kilogram emas batangan serta mata uang asing senilai Rp476 miliar dari brankas saat menggeledah rumah di Parahyangan Golf 2, Bogor.
Kortastipikor Polri dan Polda Metro Jaya menyita 74 kilogram emas batangan serta mata uang asing senilai Rp476 miliar dari brankas saat menggeledah rumah di Parahyangan Golf 2, Bogor. (Foto: Humas Polri).

Pakar Hukum Universitas Ibnu Chaldun, Dr. Syukur Mandar mempertanyakan kejelasan status uang tunai dan emas yang disita penyidik dari rumah mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. 

Menurutnya, aparat penegak hukum perlu memberikan penjelasan yang utuh kepada publik agar tidak memunculkan spekulasi dalam penanganan perkara tersebut. Hal itu disampaikan Syukur dalam tayangan podcast YouTube Forum Keadilan TV dikutip, Kamis, 16 Juli 2026.

Pertanyaan saya, uang-uang itu uang siapa? Kalau bukan uangnya FA, kenapa dia dijadikan tersangka? Kenapa dilakukan penggeledahan?”

katanya.

Syukur menilai, penjelasan aparat mengenai rencana pemeriksaan keaslian barang bukti justru memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat.

Iklan

Tiba-tiba polisi mengatakan, kita mau mengecek keaslian emas dan uang-uang ini,”

ujarnya.

Dikatakan Syukur, penyidik perlu menjelaskan secara terbuka hasil pemeriksaan barang bukti beserta kaitannya dengan perkara yang sedang ditangani.

Kalau brankas itu milik orang-orang pintar, pejabat-pejabat, masa iya mereka menyimpan barang palsu di dalamnya?,”

ucapnya.

Syukur berpandangan keterbukaan informasi menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum, apalagi kasus yang sedang ditangani pelakunya berasal dari institusi penegak hukum.

Jangan menganggap rakyat ini bodoh. Rakyat sudah bangun dari tidurnya. Sudah sadar terhadap kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh para pejabat,”

jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat kini mengikuti perkembangan perkara-perkara besar dengan lebih kritis.

Rakyat ini bukan sedang mengeluh. Mereka sedang menyusun kemarahannya,”

tutupnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal