Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hukum

Kuasa Hukum Don Ritto: Tim 9 Kejagung Sembrono Kaitkan Uang dan 74 Kg Emas dengan Febrie Adriansyah

Kuasa hukum Don Ritto, Handika Honggowongso, menuding Tim 9 Kejaksaan Agung bertindak prematur saat mengaitkan uang tunai dan emas.

Pengacara Don Ritto, Handika Hanggowongso, di Polda Metro Jaya, 14 Juli 2026.
Pengacara Don Ritto, Handika Hanggowongso, di Polda Metro Jaya, 14 Juli 2026. (Owrite.id/Rahmat Baihaqi)

Kuasa hukum Don Ritto, Handika Honggowongso, menuding Tim 9 Kejaksaan Agung bertindak prematur saat mengaitkan uang tunai dan emas yang disita di sejumlah lokasi dengan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. 

Menurutnya, kesimpulan itu diambil sebelum penyidik menguji secara utuh asal-usul maupun keterkaitan barang bukti.

Handika mengatakan, kliennya telah menjalani pemeriksaan sejak pagi hingga malam. Dari proses tersebut, ia melihat Tim 9 berada dalam situasi yang tidak mudah karena menghadapi tekanan besar di tengah sorotan terhadap perkara yang menyeret mantan Jampidsus.

Iklan

Ia pun menduga penetapan tersangka terhadap Febrie tidak lepas dari upaya menjaga citra institusi Kejaksaan Agung.

Bisa dipastikan keputusan Tim 9 yang mentersangkakan Pak Febrie itu bersifat politis untuk menjaga integritas institusi dari narasi-narasi yang menyerang mantan Jampidsus,”

kata Handika, Sabtu (25/7/2026).

Bukan Milik Febrie Adriansyah

Handika menegaskan, berdasarkan keterangan Don Ritto, uang dan emas yang ditemukan di Kafe De Clan, money changer, maupun kawasan Sentul bukan milik Febrie Adriansyah. 

Seluruh asal-usul aset tersebut, kata dia, telah dijelaskan kepada penyidik beserta tujuan penggunaannya.

Karena itu, ia menyayangkan Tim 9 yang dinilai terburu-buru menghubungkan barang sitaan tersebut dengan Febrie tanpa lebih dulu menguji relevansi alat bukti, baik secara formal maupun materiil.

Tim 9 secara prematur, sembrono, dan gegabah menghubungkannya dengan Pak Febrie,”

ujarnya.

Lebih lanjut, Handika mengungkapkan sejumlah pihak yang mengaku sebagai pemilik uang tunai dalam mata uang dolar Singapura, dolar Amerika Serikat, maupun emas yang disita, kini tengah menyiapkan langkah hukum.

Menurut dia, para pemilik aset tersebut akan menggugat penyitaan melalui mekanisme praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebagai bentuk keberatan atas tindakan penyidik.

Kemungkinan akan diajukan praperadilan. Tunggu tanggal mainnya,”

tambah Handika.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu

  • Editor

    Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.