Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil, meminta aparat kepolisian segera mengungkap jaringan pemasok senjata api setelah ditemukannya ribuan senjata di sebuah yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Besarnya jumlah senjata yang ditemukan menjadi peringatan serius mengenai masih adanya peredaran senjata ilegal di Indonesia.
Meminta aparat kepolisian segera menemukan jaringan pemasok senjata tersebut. Penemuan senjata ini tergolong sangat besar dan mengejutkan,”
kata Nasir Djamil dalam keterangan yang diterima Owrite, Jumat, 8 Agustus 2026.
Ia menilai, lokasi penemuan yang berada di Jakarta membuat kasus tersebut tidak bisa dipandang sebagai perkara biasa. Nasir mengingatkan, bahwa ibu kota merupakan pusat pemerintahan sekaligus lokasi berbagai objek vital nasional sehingga pengungkapan jaringan menjadi sangat penting.
Fakta ini menunjukkan bahwa peredaran gelap senjata masih terus berlangsung. Lokasi penemuan itu ada di Jakarta, kota di mana terletak pusat pemerintahan dan gedung-gedung objek vital lainnya,”
ucapnya.
Menurut Nasir, aparat penegak hukum perlu menelusuri apakah jaringan yang memasok senjata tersebut juga beroperasi di wilayah lain. Ia mengingatkan kemungkinan peredaran senjata ilegal tidak hanya terjadi di Jakarta.
Kita bisa bayangkan di daerah-daerah juga sangat mungkin beredar senjata gelap yang digunakan untuk kejahatan,”
jelasnya.
Politisi asal Aceh itu juga meminta kepolisian mendalami berbagai kemungkinan yang berkaitan dengan asal-usul maupun tujuan kepemilikan senjata tersebut.
Ia menyampaikan pertanyaan mengenai kemungkinan keterkaitan dengan isu-isu yang sempat berkembang di ruang publik, namun menegaskan hal itu perlu dibuktikan melalui penyelidikan.
Apakah ratusan pucuk senjata itu ada kaitannya dengan isu-isu liar akan adanya kerusuhan di Jakarta?,”
tanya dia.
Pengungkapan jaringan pemasok dan pihak-pihak yang terlibat, ditegaskan Nasir menjadi langkah penting agar masyarakat memperoleh kepastian dan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman keamanan.
Pengungkapan jaringan menjadi penting agar warga waspada dengan kelompok-kelompok yang masih berafiliasi dengan organisasi teroris,”
tegasnya.






















