Polemik ijazah pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memasuki babak baru. Denny Indrayana bersama sejumlah pemohon yang menggelar sayembara untuk mencari bukti tamat pendidikan SLTA atau sederajat Gibran ke Mahkamah Konstitusi (MK) disomasi Lembaga Swadaya Masyarakat Hukum Jamin Rakyat Indonesia (Hajar Indonesia) yang dipimpin Farhat Abbas.
Pagi-pagi dapat hiburan, eh somasi, dari Hajar Indonesia, Farhat Abbas dkk. Buat saya senyum,”
kata Denny Indrayana yang dikutip dari X pribadinya usai diizinkan, Selasa, 15 September 2026.
Dalam somasinya, Hajar Indonesia menuding sayembara tersebut mengarah pada perjudian, makar, hingga penghinaan terhadap Wakil Presiden Gibran. Meskipun demikian, Denny justru merespons santai tudingan yang dialamatkan kepadanya. Ia menyebut somasi tersebut berkaitan dengan sayembara pembuktian ijazah pendidikan SLTA atau sederajat Gibran yang sebelumnya digelar dan telah ditutup.
Katanya sayembara menunjukkan bukti tamat pendidikan SLTA sederajat Gibran itu judi, makar dan menghina Gibran. Serem ya,”
ucapnya.
Dalam somasinya, Hajar Indonesia menilai sayembara yang menawarkan hadiah bagi pihak yang dapat menunjukkan atau membuktikan ijazah SLTA atau sederajat Gibran patut diduga masuk kategori tindak pidana perjudian.






