Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hukum

OTT HGB Bogor: KPK Sikat 17 Orang, Angkut Pejabat ATR/BPN hingga Politikus Golkar

KPK akan melakukan ekspose perkara, demi menentukan apakah kasus ini memenuhi unsur tindak pidana. Kini penyelidik memiliki waktu 1 x 24 jam.

Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein (kiri) dan Juru Bicara KPK Budi Prasetyo bersiap memberikan keterangan pers terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat jajaran Rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein (kiri) dan Juru Bicara KPK Budi Prasetyo bersiap memberikan keterangan pers terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat jajaran Rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (21/8/2026). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.)

KPK menangkap 17 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) atas dugaan korupsi pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor.

Dalam operasi senyap itu, KPK menangkap pejabat Kementerian ATR/BPN, politikus Golkar Fahd A Rafiq, hingga mantan Bupati Kebumen Arief Sugiyanto.

“Total (terduga pelaku) yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini sejumlah 17 orang,”

ucap Jubir KPK Budi Prasetyo, dikutip pada Selasa, 15 September 2026.

Para terduga pelaku yakni Kepala Kantor Pertanahan Bogor I Sontang, Kepala Kantor Pertanahan Tangerang Tardi, Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Lampri, mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, politikus Partai Golkar Fahd A. Rafiq, serta istrinya, RA.

Iklan

Amankan Uang Tunai dan Valuta Asing

Budi mengatakan mereka diduga terlibat rasuah pengurusan HGB dengan pihak pengembang Summarecon di wilayah Kabupaten Bogor dan dugaan penerimaan lain. Komisi antirasuah menyita barang bukti berupa uang tunai dalam bentuk rupiah maupun valuta asing yang ditemukan dalam boks, kardus, hingga 20 buah koper.

“Estimasi nominal mencapai ratusan miliar rupiah,”

kata Budi.

Penyelidik masih memeriksa mereka untuk mengonstruksikan perkara, termasuk menyusun kronologi dugaan korupsi.

“Pihak-pihak yang diamankan tersebut keterangannya dibutuhkan untuk memberikan penjelasan awal,”

ujar Budi.

KPK akan melakukan ekspose perkara, untuk menentukan apakah kasus ini memenuhi unsur tindak pidana. Kini penyelidik memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menetapkan status hukum terhadap mereka.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Reporter OWRITE berfokus pada peliputan isu hukum, kriminal, dan nasional. Setelah resmi menyandang Sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas

  • Asred

    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.