Upaya Denny Indrayana mengusut syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berlanjut ke Australia. Setelah membawa persoalan tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK), pakar hukum tata negara itu kembali meminta data langsung kepada UTS Insearch, Sydney, tempat Gibran pernah menempuh pendidikan.
Denny meminta seluruh rekam pendidikan Gibran, mulai dari waktu masuk, program yang diikuti, status penyelesaian, waktu kelulusan hingga nilai.
Tanggal 9 September lalu, saya mengajukan lagi permintaan informasi terkait sekolah Gibran di UTS Inserach, Sydney, Australia,”
kata Denny Indrayana yang dikutip dari akun X pribadinya, Rabu, 16 September 2026.
Menurutnya, permintaan tersebut telah didaftarkan secara resmi melalui sistem daring dan telah dikonfirmasi oleh pihak UTS. Langkah itu dilakukan untuk mendapatkan data langsung dari institusi pendidikan yang menjadi bagian dari polemik syarat pendidikan Gibran.
Permintaan resmi saya daftarkan online, dan dikonfirmasi UTS melalui potongan email di atas,”
ucapnya.
Menurutnya, informasi yang diminta tidak hanya menyangkut status kelulusan. Denny ingin memperoleh gambaran lengkap mengenai perjalanan pendidikan Gibran selama berada di UTS Insearch.
Saya meminta seluruh data sekolah Gibran di sana. Kapan masuknya? Program apa? Apakah selesai? Kapan lulusnya? Bagaimana nilainya? Dst,”
jelasnya.
Tunggu Jawaban Resmi
Denny kini menunggu jawaban resmi dari pihak UTS atas permintaan tersebut. Ia belum menyebutkan apakah UTS akan memberikan seluruh data yang dimintanya, mengingat informasi pendidikan seseorang dapat berkaitan dengan aturan perlindungan data pribadi.
Sebelumnya, UTS juga disebut pernah menolak memberikan informasi pendidikan Gibran dengan alasan data tersebut bersifat pribadi.
Namun, Denny menyatakan tidak menutup kemungkinan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum apabila permintaan informasinya tidak dipenuhi.
Apa jawaban UTS, kita tunggu saja. Kalau tidak diberikan juga, saya mempertimbangkan menggugat Keterbukaan Informasi Publik melalui kantor hukum saya INTEGRITY Lawyers yang punya cabang di Sydney, Australia,”
tegasnya.
Denny menambahkan, dirinya memiliki modal hukum untuk menempuh langkah tersebut. Selain berprofesi sebagai advokat di Indonesia, ia mengaku memiliki izin praktik hukum sebagai solicitor di Australia.
Karena saya sendiri punya izin praktik hukum (Solicitor) di Australia, selain advokat di Indonesia. Keep on fighting for the better Indonesia,”
ungkapnya.
Langkah meminta data ke UTS ini dilakukan setelah Denny bersama sejumlah pemohon mengajukan perkara ke MK pada 10 September 2026.
Dalam perkara tersebut, mereka mempersoalkan pemenuhan syarat pendidikan Gibran ketika mendaftarkan diri sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024 dan meminta MK mendiskualifikasi Gibran sebagai cawapres.
Dengan demikian, upaya Denny kini berjalan di dua jalur. Di satu sisi, persoalan syarat pendidikan Gibran sedang dibawa ke arena konstitusional melalui MK.
Di sisi lain, Denny berusaha memperoleh dokumen dan informasi dari institusi pendidikan di Sydney yang menurut berbagai dokumen dan pemberitaan berkaitan dengan riwayat pendidikan Gibran.





