Wacana kenaikan parliamentary threshold (PT) menjadi 5 persen untuk Pemilu 2029 memunculkan perdebatan soal penyederhanaan partai dan keterwakilan suara pemilih.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menawarkan alternatif berbeda, yakni menghapus ambang batas parlemen menjadi 0 persen, tetapi struktur fraksi di DPR disederhanakan hanya menjadi dua kelompok, yakni fraksi pemerintah dan non-pemerintah.
Naik 5% dan berlaku nasional DPR/DPRD Se-Indonesia,”
tulis Jimly yang dikutip dari akun X pribadinya, Kamis, 17 September 2026.
Jimly menilai, penerapan PT 5 persen secara nasional dapat memberikan dampak terhadap konsolidasi politik. Menurutnya, penyederhanaan jumlah partai yang masuk ke parlemen dapat membuat konfigurasi politik menjadi lebih terkonsolidasi.






