Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hukum

Terkait Dugaan Korupsi MBG, Kejagung Periksa 200 Saksi

Kapuspenkum Anang Supriatna mengatakan penyidik Kejagung telah berkoordinasi dengan BPKP untuk melakukan perhitungan kerugian negara

Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna
Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna (Foto: OWRITE/Rahmat Baihaqi)

Kejaksaan Agung (Kejagung) buka suara perihal penanganan dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjerat eks Kepala BGN Dadan Hindayana.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Anang Supriatna mengatakan penyidik Kejagung telah berkoordinasi dengan BPKP untuk melakukan perhitungan kerugian negara akibat perkara tersebut.

Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera keluar penghitungan kerugian negara dari BPKP,”

ujar Anang kepada wartawan di Kejari Jakarta Selatan, Jumat 18 September 2026.

Lebih lanjud Anang pengungkapkan penyidik Kejagung fokus menuntaskan perkara pascamenjerat para tersangka. Setidaknya, ada ratusan orang saksi yang telah dimintai keterangan, beberapa di antaranya merupakan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan juga mendalami dugaan jual beli titik dapur MBG.

Iklan

Pemeriksaan lebih dari 200 orang saksi,”

tuturnya.

Ketika disinggung ada berapa titik SPPG yang diduga jadi objek dugaan korupsi, Anang enggan menyampaikannya sebab hal itu menjadi materi pokok perkara.

Ia mengatakan perkara tersebut akan disampaikan lebih detail setelah memasuki persidangan.

Mudah-mudahan cepat, cepat di-P-21, cepat dilimpahkan, biar cepat sidang,”

ujar kapuspenkum.

Tata Kelola MBG

Kasus korupsi tata kelola MBG terjadi pada 2024–2025, total ada tujuh orang tersangka yang telah ditetapkan.

Dari kalangan mantan pejabat BGN di antaranya mantan Kepala, Dadan Hindayana, serta dua mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.

Kemudian, Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Glory Harimas Sihombing; lalu kaki tangan Sony, Asep Yusuf Somantri (AYS); dan Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT) Andri Mulyono.

Terbaru, kasus itu menyeret jenderal TNI-Polri aktif, Brigjen Lalu Muhammad Iwan Mahardan (LMI) selaku Kepala Biro Hukum dan Humas BGN serta Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN.

Dalam perkara ini, penyidik menduga terdapat dua modus korupsi yang dilakukan para tersangka, yaitu dugaan praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Dari praktik tersebut, Dadan dan pihak terkait diduga memperoleh uang hingga Rp1 miliar per hari dari mitra atau yayasan yang terafiliasi.

Kedua berkaitan dengan pengadaan 21.801 unit sepeda motor listrik senilai Rp1.035.515.297.908,02 melalui vendor PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT). Penyidik juga mengusut pengadaan 32.000 pasang sepatu, 31.994 unit tablet, dan 5.400 unit televisi berukuran 75 inci.

Pengadaan tersebut diduga tidak sesuai dengan kebutuhan operasional BGN. Penyidik menduga Dadan dan pihak lainnya melakukan intervensi terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) agar proyek-proyek tersebut tetap berjalan.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Reporter OWRITE berfokus pada peliputan isu hukum, kriminal, dan nasional. Setelah resmi menyandang Sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas

  • Editor

    Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.