Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hukum

Penggeledahan Pesantren Disorot, Pakar Desak Libatkan Tim Investigasi Eksternal Polri

Kepentingan negara dalam menangani peristiwa tersebut bukan hanya mengungkap kejadian, tetapi juga memproses pihak yang bertanggung jawab.

Ilustrasi santriwati.
Ilustrasi santriwati. (Pixabay/6601660)

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel meminta investigasi terkait penggeledahan Pesantren Halmalatul Quran untuk melibatkan pihak eksternal Polri untuk memperkuat investigasi yang dilakukan kepolisian.

Atas dasar itu, untuk memperkuat investigasi Polri, idealnya Kemenko Polkam atau bahkan Presiden membentuk tim investigasi gabungan yang menyertakan kalangan eksternal Polri dan eksternal Kompolnas.

kata Reza kepada Owrite.id, Senin, 2 November 2026.

Jika investigasi hanya berhenti pada kesalahan individu, persoalan akan dianggap sebatas perbuatan orang per orang. Sementara, kemungkinan ada persoalan yang lebih besar di dalam institusi atau sistem yang menaunginya justru tidak tersentuh.

Dia melanjutkan kepentingan negara dalam menangani peristiwa tersebut bukan hanya mengungkap kejadian tetapi juga memproses pihak yang bertanggung jawab.

Iklan

Penanganan serius atas kejadian tragis di pesantren tersebut sepatutnya diselenggarakan sebagai bentuk intercept agar potensi kekerasan, brutalitas, excessive use of power bahkan abuse of power tidak diduplikasi oleh satuan-satuan wilayah Polri lainnya.

ujar Reza.

Menurut dia memproses pihak yang bertanggung jawab juga perlu untuk mencegah potensi kekerasan, penyalahgunaan wewenang yang terulang di wilayah satuan kepolisian.

Setelah Kejadian

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan kepolisian akan menindaklanjuti keluhan masyarakat tentang penggerebekan yang terjadi pada Selasa, 27 Oktober 2026, sekitar pukul 03.20 WIB itu, untuk memastikan setiap tindakan kepolisian berjalan objektif, profesional, dan transparan.

Kepolisian juga memberikan dukungan psikologis kepada para santri.

Iklan