Warga Kota Padang, Sumatera Barat, digemparkan oleh peristiwa penggerebekan seorang oknum guru SMA pria yang diduga melakukan perilaku menyimpang di dalam toilet masjid.
Kejadian tersebut berlangsung di kawasan Bungus Teluk Kabung dan langsung menyebar luas di media sosial.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah warga bersama aparat kepolisian menggedor pintu toilet masjid.
Setelah pintu dibuka, keluar seorang pria paruh baya yang tampak mengenakan seragam dinas, sambil merapikan celana.
Tak lama berselang, seorang pria muda juga terlihat keluar dari toilet tanpa mengenakan pakaian bagian atas. Pemandangan ini sontak mengundang perhatian warga sekitar.
Diduga Sudah Lama Dicurigai Warga
Berdasarkan keterangan dalam video, kedua pria tersebut disebut telah lama menjadi perhatian warga dan pengurus masjid.
Gelagat mencurigakan yang kerap terlihat membuat masyarakat akhirnya melakukan pengintaian hingga berujung pada penggerebekan.
Warga kemudian mengamankan keduanya sebelum menyerahkan kasus tersebut kepada aparat berwenang.
Kepala Satpol PP Kota Padang, Chandra Eka Putra, membenarkan adanya pengamanan terhadap dua pria yang terlibat dalam insiden tersebut.
Kami menerima laporan dari Polsek Bungus Teluk Kabung terkait penggerebekan warga terhadap dua pria di toilet masjid. Keduanya telah diamankan,”
Chandra.
Ia mengungkapkan, kedua pria tersebut berinisial SR (58) dan LO (18). SR diketahui merupakan guru di salah satu SMA Negeri di wilayah Bungus Teluk Kabung.
Masih Diperiksa, Sanksi Belum Ditentukan
Chandra menjelaskan bahwa saat ini kedua terduga masih menjalani pemeriksaan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP. Penentuan sanksi belum dapat dipastikan karena proses penyelidikan masih berlangsung.
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Sosial, guna menentukan langkah pembinaan lanjutan.
Menutup keterangannya, Satpol PP Padang mengajak masyarakat, khususnya pengurus masjid dan tokoh setempat, untuk terus aktif menjaga lingkungan dari segala bentuk pelanggaran norma dan ketertiban umum.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya peran bersama dalam menjaga kesucian tempat ibadah serta ketertiban sosial di tengah masyarakat.

