Planetarium Jakarta ini dihadirkan sebagai sarana edukasi interaktif yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa, dan masyarakat luas,”
ujar Pramono dalam keterangan resminya, Rabu 24 Desember 2025.
Menariknya, Pramoni mengumumkan menggratiskan kunjungan ke Planetarium Jakarta bagi pelajar dan masyarakat selama tiga bulan ke depan.
Kebijakan ini bertujuan mendorong minat belajar sains dan menghidupkan kembali peran Planetarium sebagai sarana edukasi publik yang inspiratif.
Tolong segera disampaikan, terutama kepada murid-murid sekolah yang ada di Jakarta, selama tiga bulan saya akan memberikan gratis,”
jelas Pramono.
Planetarium Jakarta kini menjadi pusat edukasi sains dan antariksa yang imersif dan interaktif. Pembaruan mencakup sistem visualisasi astronomi digital berbasis data sains terkini, simulasi tata surya, serta penguatan fungsi edukasi bagi pelajar, mahasiswa, komunitas sains, dan masyarakat umum.
Sebagai inovasi unggulan, Planetarium Jakarta juga akan dilengkapi AI Virtual Host, yakni pemandu digital berbasis kecerdasan buatan yang menyajikan informasi astronomi dan sejarah Planetarium secara interaktif.
Inovasi ini mencerminkan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
Selain Planetarium, ada juga Paviliun Raden Saleh, yang juga dikenal sebagai Wisma Seni, dihadirkan sebagai fasilitas pendukung utama dalam membangun ekosistem seni dan budaya di TIM.
Paviliun ini dikelola bersama Artotel Group melalui konsep Artotel Curated, dengan total 139 kamar dan berbagai fasilitas penunjang, seperti ruang pertemuan, working space, kolam renang, Eatspace, serta selasar yang difungsikan sebagai ruang pamer karya seni.