Aurelie Moeremans belum lama ini mencuri perhatian setelah merilis buku memoar berjudul Broken String.
Dalam buku tersebut, ia menceritakan kisah kelam masa lalunya sebagai korban child grooming.
Sikap Aurelie Moeremans yang berani berbicara keresahan hatinya sejak 16 tahun lalu mendapat apresiasi Komunitas Perempuan Mahardika.
Ketua Perempuan Mahardika, Mutiara Ika Pratiwi mengatakan apa yang disampaikan oleh Aurelie merupakan sebuah langkah yang menyentuh dan juga penuh dengan keberanian.
Karena meski dia seorang selebritis tapi tentu saja tidak luput dari kerentanan, ketika dia menyampaikan pengalaman terdalam dan juga menyakitkan yang pernah dia alami,”
ujar Ika kepada owrite baru-baru ini.
Ika melihat ketika Aurelie menyampaikan pengalaman masa lalunya yang pahit menjadi bagian dari meluapkan isi hatinya.
Saya melihat dia kemudian bisa mentransformasikan kerentanan itu menjadi sebuah kekuatan untuk bilang kepada perempuan lain bahwa kita tidak sendiri,”
pungkasnya.
