Kekerasan seksual merupakan bentuk kejahatan yang banyak dialami oleh perempuan. Tak hanya di rumah, tapi juga di tempat umum hingga lingkungan kerja.
Ketua Perempuan Mahardika, Mutiara Ika Pratiwi mengatakan ada langkah yang bisa dilakukan untuk melawan kekerasan seksual.
Namun Ika mengatakan perlu diketahui dulu secara personal dengan memperkaya pengetahuan dan informasi kita tentang kekerasan seksual itu sendiri. Hal itu untuk membangun kembali pemikiran kita soal kekerasan seksual.
Karena dalam masyarakat sekarang, dengan tadi yang aku bilang, dominasi kultur patriarki, itu kan wacana yang kuat adalah kekerasan seksual karena pakaian korban, karena ekspresi dia, atau karena status perkahwinan dia, maka dia jadi korban. Itu kan perlu kita, bahasanya apa? Dekonstruksi, perlu kita bongkar,”
ujar Ika kepada owirte.
Selain itu, lanjut Ika, perlu juga belajar bagaimana kekerasan seksual itu terjadi karena relasi kuasa. Jadi tidak adakaitannya dengan ekspresi, penampilan, dan segala macam.
Jadi itu penting banget, karena itu untuk penguatan kita sendiri,”
tambahnya.
Kemudian berlatih untuk tidak menjadi people pleasure. Hal ini sangat penting karena perempuan sangat identik dengan selalu nggak enakan.
Itu meski terlihat sederhana, tapi penting. Misalnya bilang, saya tidak suka, saya tidak mau, itu aja butuh keterampilan,”
tuturnya.
Lebih lanjut Ika menegaskan bahaa melawan pelecehan atau kekerasan seksual, dengan memperkuat pengetahuan dan melatih keterampilan kita.
Kadang misalnya kitamelihat ada orang bertengkar di jalan, kemudian perempuannya dipukul. Kita kan kadang bingung, aduh gimana nih? Berhenti nggak ya? Atau misalnya lagi makan di warteg atau di mana, kemudian kita melihat ada tindakan kekerasan, kan kadang kita masih yang ragu-ragu, aduh tegur nggak ya? Sekarang sudah lebih baik, karena informasi-informasi itu juga disuarakan, misalnya di Transjakarta, itu juga sudah sering ada pengumuman,”
paparnya.
Menurut Ika saat ini situasinya lebih baik, dan itu penting untuk dilanjutkan dengan memperkuat keterampilan kita untuk bersikap responsif dan sensitif, melihat situasi di sekeliling kita.
