Setiap perayaan Imlek selalu dimulai dari meja makan. Di sanalah doa, harapan, dan rasa syukur diramuh bersama hidangan-hidangan yang tak sekadar mengenyangkan, tetapi juga sarat makna.
Bagi masyarakat Tionghoa, makanan saat Imlek adalah bahasa simbolik, untuk menyampaikan harapan akan rezeki, kesehatan, dan keharmonisan di tahun yang baru.
Hidangan wajib seperti ikan, mie panjang umur, kue keranjang, hingga jeruk mandarin hadir bukan tanpa alasan.
Setiap bentuk, rasa, dan cara penyajian dipercaya membawa pesan tersendiri, seperti kelimpahan, umur panjang, kehangatan keluarga, hingga keberuntungan yang terus mengalir.
Tradisi ini diwariskan lintas generasi, menjadikan dapur sebagai ruang penting dalam menjaga identitas dan nilai budaya.
Di tengah perubahan zaman dan gaya hidup modern, hidangan Imlek tetap bertahan sebagai jangkar tradisi.
Entah disajikan secara klasik atau dengan sentuhan baru, maknanya tetap sama, yakni menyatukan keluarga dan membuka tahun baru dengan harapan baik.
Karena pada akhirnya, Imlek bukan hanya tentang apa yang dimakan, tetapi tentang cerita dan doa yang menyertainya.
Nah kali ini owrite akan merangkum hidangan yang wajib ada saat perayaan Imlek. Berikut ulasannya dari berbagai sumber, Senin 9 Februari 2026.
- Siu Mie (Mie Panjang Umur)
Perayaan Imlek identik dengan siu mie atau mie panjang umur. Seperti namanya, siu mie memiliki makna panjang umur, kebahagiaan, serta rezeki yang berlimpah.
Saat malam Imlek, keluarga berkumpul dengan hidangan siu mie menggunakan wadah besar. Kemudian semua keluarga mengambil siu mie ini secara utuh hingga bagian ujung tanpa menyisakan sedikitpun.
- Kue Keranjang
Kue keranjang juga jadi hidangan yang tidak boleh dilewatkan saat perayaan Imlek. Kue keranjang memiliki bentuk bulat, yang melambangkan harapan agar keluarga selalu bersatu dan juga rukun.
Saat menyusun kue keranjang, masyarakat Tionghoa juga tidak asal-asalan. Sebagian orang menyusun kue khas imlek ini secara bertingkat, dari ukuran kue kecil, hingga ukuran yang paling besar, maknanya adalah rejeki dan kemakmuran yang meningkat. Kue keranjang juga memiliki tekstur yang lengket. Hal itu dimaknai sebagai simbol keakraban anggota keluarga.
- Kuo Tie
Kuo tie atau dimsum sering ditemukan saat perayaan Imlek. Makanan ini dipercaya sebagai simbol kemakmuran dan kesejahteraan karena bentuknya yang menyerupai bentuk uang kuno dari daratan China.
- Kue Mangkuk
Camilan ini kerap menjadi sajian khas Imlek. Kue mangkuk memiliki bentuk yang mekar melambangkan rejeki yang berkembang. Biasanya kue mangkuk ini diletakkan di bagian pucuk dari susunan kue keranjang. Kue ini juga dibuat dengan warna merah yang identik dengan perayaan Imlek.
- Jeruk Mandarin
Hidangan yang tidak dilewatkan saat perayaan Imlek adalah jeruk Mandarin. Bukan sekedar untuk cuci mulut, jeruk Mandarin melambangkan kesejahteraan, keberuntungan, dan kemakmuran. Selain dimakan, sering pula digunakan sebagai hiasan meja atau sebagai hadiah.
- Bakpao
Bakpao salah satu makanan khas Tionghoa juga juga selalu hadir saat perayaan Imlek. Bakpao memiliki isian yang beragam, mulai dari cokelat, kacang merah, kacang hijau, isian daging, dan masih banyak lagi.
Memiliki bentuk yang bulat dan tebal, bakpao melambangkan keberuntungan dan kekayaan, sehingga sering menjadi hidangan wajib di meja perayaan Imlek.
- Ikan Bandeng
Ikan juga menjadi salah satu makanan wajib yang harus ada pada saat perayaan Tahun Baru Imlek. Makanan ini dianggap sebagai simbol rejeki dan bisnis yang lancar. Ikan bandeng ini juga harus disajikan secara utuh saat perayaan Imlek.
- Telur Rebus
Masyarakat Tionghoa percaya, bawah ketika merebus telur dengan teh dapat meningkatkan kesuburan. Tak heran bila menu ini selalu ada saat perayaan Imlek.
Sebagai variasi, campuran kecap asin, kayu manis dan lada hitam juga biasa dicampurkan oleh masyarakat China ke dalam air rebusan teh.
Selain aroma telur akan menjadi harum, rasanya pun akan menjadi sedikit asin karena efek bumbu yang meresap ke dalam telur.
