Keinginan untuk menikah sering kali hadir bersama rasa berbunga-bunga. Namun, kesiapan untuk menikah bukan sekadar soal perasaan cinta yang menggebu, melainkan tentang kematangan dalam memandang komitmen jangka panjang.
Seseorang yang benar-benar siap menikah biasanya tidak lagi melihat pernikahan sebagai pelarian dari kesepian atau tekanan sosial, tetapi sebagai keputusan sadar untuk bertumbuh bersama pasangan dalam suka dan duka.
Psikolog Klinis Dewasa, Pingkan Rumondor mengatakan ada dua tanda seseorang siap menikah secara psikologis. Yang pertama, kesiapan individu dan kesiapan hubungan atau relasi.






