Saat ini, jenazah disemayamkan di Rumah Duka RS Bethesda hingga Sabtu 28 Februari 2026.
Sosok John Tobing
Seperti diketahui, John Tobing merupakan sosok yang tidak lepas dari sejarah masa Orde Baru. Di era tahun 1989, ia menulis lagu bertajuk Lagu Darah Juang dan Pembebasan oleh Johanes Gerung dkk.
Sebagai mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 1991, ia terlibat aktif dalam gerakan politik bawah tanah. Ia tercatat sebagai anggota Partai Rakyat Demokratik (PRD).
Sejarah Lagu Darah Juang
Lagu Darah Juang memiliki sejarah yang mendalam. Dikutip dalambuku ‘Pray For Indonesia’ yang disusun oleh Martda V A, dkk., sejarah lagu Darah Juang diciptakan pada tahun 1991 silam.
Lagu tersebut tercipta sebelum kongres pertama Forum Komunikasi Mahasiswa Yogyakarta atau FKMY diselenggarakan.
Sementara itu, menurut buku ‘Menjadi Merdeka 1945-2020: #Gejayan Memanggil Si/Apa’ karya Budi Susanto, SJ, lagu Darah Juang kerap dinyanyikan saat gerakan mahasiswa dilakukan sejak tahun 1990-an.
Hal inilah yang menjadi cikal bakal lagu Darah Juang populer di kalangan mahasiswa hingga sekarang.
Makna Lagu Darah Juang
Apalagi ditelaah dengan lebih jelas, lirik dari lagu Darah Juang ini tentanf gambaran terkait kondisi rakyat yang harus menjalani kehidupan dengan keprihatinan.
Masih merujuk dari buku yang sama, dikatakan bahwa lagu tersebut tentang kesedihan melihat nasib rakyat yang hidup di atas tanah yang subur, tetapi harus menjalani kehidupan sulit dan penuh dengan keprihatinan.
Darah Juang juga kerap digambarkan sebagai lagu yang mewakili pemberontakan kaum pemuda agar dapat menyelamatkan kaum yang tertindas.
Hal inilah yang membuat lagu Darah Juang terasa menyentuh hati bagi para pendengarnya.