Setiap daerah, memiliki makanan yang hadir hanya saat Ramadan. Salah satunya adalah Lemang, makanan Suku Melayu di Sumatera yang kerap menyajikan menu tersebut saat Ramadan dan Idul Fitri.
Di Sumatera, lemang ada beberapa jenis, ada lemang durian maupun lemang manis. Lemang itu dimasak dengan dibakar.
Caranya, bahan lemang dibungkus daun pisang kemudian dimasukkan ke dalam satu ruas bambu, yang kemudian dibakar dengan bara api.
Selain dikonsumsi selama Ramadan dan Idul Fitri, menu ini juga disajikan dalam berbagai tradisi masyarakat, seperti sedekah bumi dan hajatan seperti perkawinan, maupun khitanan.
Untuk mengenal lebih jauh tentang Lemang, kali ini owrite akan merangkum asal usul Lemang, berikut ulasannya dari berbagai sumber, Kamis 26 Februari 2026.
Asal Usul Lemang
Di Indonesia, lemang dikenal sebagai santapan khas masyarakat Melayu, khususnya di Minangkabau.
Makanan ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang ulama bernama Syekh Burhanuddin asal Pariaman yang melakukan perjalanan ke daerah pesisir Minangkabau untuk menyebarkan agama Islam.
Kala menyebarkan agama Islam ke rumah-rumah penduduk, ia disuguhi makanan. Namun ia sedikit meragukan kehalalan makanan yang dihidangkan.
Kemudian Syekh Burhanuddin menyarankan kepada setiap rumah warga yang dikunjunginya agar mencari bambu lalu mengalasinya dengan daun pisang muda, dimana untuk membuatnya masukkan beras ketan putih dan santan ke dalam bambu tersebut.
Sejak itu Lemang telah dijadikan sebagai makanan untuk perayaan hari-hari besar Islam.
Tak hanya di Indonesia, Lemang juga dikenal di Malaysia. Masyarakat Malaysia menggunakan lemang sebagai makanan utama mereka saat perayaan hari-hari besar.
Lemang telah menjadi salah satu makanan utama di Malaysia sejak tahun 1864.
Resep Lemang
Tak perlu jauh-jauh ke Sumatera untuk mencicipi Lemang, Anda bisa buat sendiri. Berikut bahan-bahan dan cara membuatnya.
Bahan-Bahan:
- 1 kg beras ketan
- 1 liter santan
- 3 sdm garam
- Buluh bambu secukupnya
Cara Membuat:
- Cuci bersih ketan dan rendam selama 3 jam. Tiriskan.
- Siapkan bambu, lapisi bagian dalamnya dengan daun pisang.
- Campur santan dengan garam. Aduk rata
- Masukkan 3 takar santan ke dalam bambu, disusul 5 takar beras. Lakukan berseling hingga tinggi beras berjarak 2 ruas jari dari ujung paling atas bambu. 5. 5. Tuang santan hingga sejajar tinggi bambu untuk terakhir kalinya.
- Tata bambu berdiri tegak, kemudian bakar dengan menyalakan api di bawahnya.
- Balik bambu jika satu sisinya sudah layu. Proses memasaknya sekitar 3 jam.
- Saat sudah matang, biarkan dingin. Selanjutnya belah bambu dan keluarkan lemang.
- Potong sesuai selera dan siap disajikan.
